KOLTIM—RRN, Terlahir dari lingkungan keluarga guru (ayahnya seorang guru SD-red), MAULANA, S.Pd., memang memiliki bakat sebagai seorang tenaga pendidik yang telaten, handal dan mumpuni.
Dipercaya sebagai Kepala Sekolah pada SMPN 3 Lambandia berdasarkan SK Bupati Kolaka Timur No. 188.45/ 104 Tahun 2015, tepatnya tanggal 27 Maret 2015, Maulana telah menorehkan banyak prestasi dalam mempimpin sekolah tersebut selama 5 tahun terakhir.
Ditemui di kediamannya pada Jum’at (30/10/2020) Maulana menuturkan kepada Radar Reportase News.com tentang banyaknya kendala dan tantangan yang beliau hadapi di saat-saat awal dirinya ditempatkan di sekolah itu.
Betapa tidak, dari 15 tenaga pengajar di sekolah itu hanya 2 orang PNS. Artinya, 13 guru lainnya adalah tenaga honorer dengan status GTT (Guru Tidak Tetap).
Dengan menyandang status GTT, ternyata hal ini menjadikan mereka cenderung kurang berdisiplin dalam memenuhi kewajibannya sebagai tenaga pendidik yang layak digugu dan ditiru. Kondisi ini tentu saja berdampak negatif pada banyak sisi, khususnya dalam proses pembelajaran yang kurang efektif dan maksimal.
Mengamati situasi ini, hal pertama yang dilakukan oleh kepala sekolah yang ramah dan santun ini adalah mencoba melakukan semacam penelitian tentang kondisi keseharian guru dan terutama para siswanya.
Maulana mencoba mengumpulkan data dan informasi baik dari masyarakat lingkungan sekolah, para guru, orang tua siswa maupun kepada Ketua Komite Sekolah sebagai mitra dengan tujuan mencari penyebab para siswa yang tidak disiplin yang mengakibatkan minimnya capaian prestasi akademik siswa, sehingga tidak mampu bersaing dengan sekolah lain yang sederajat pada skop Kabupaten Kolaka Timur bahkan hanya sekedar prestasi ekstra kurikuler seperti kepramukaan, olah raga dan seni.
Hanya dalam kurun waktu kurang lebih dua bulan setelah proses pengumpulan data dan informasi, kepala sekolah kelahiran Woiha, 6 Juli 1981 ini telah mampu menarik sebuah kesimpulan dalam upayanya merubah system yang telah berjalan sekian lama untuk kemudian mengambil langkah-langkah pembenahan menuju ke arah perubahan yang lebih baik.
“Setelah dua bulan mengumpulkan data dan informasi dari berbagai elemen di sekolah ini, maka saya mengumpulkan dewan guru untuk mengadakan rapat dalam rangka menemukan akar permasalahannya demi menemukan solusi untuk kemudian melakukan upaya pembenahan,” tutur Maulana, S. Pd.
“Hal pertama yang saya prioritaskankan adalah memberikan pembinaan kepada para guru agar menyadari tugas dan tanggung jawabnya dalam proses pentransferan ilmu ke siswa. Pembenahan pada tingkat struktural di sekolah ini sangatlah penting mengingat guru adalah merupakan panutan bagi para siswa. Jadi pembenahannya harus berawal dari guru sebelum kemudian melakukan pembenahan ke siswa” jelas kepala sekolah yang masih muda dan energik ini.
“Alhamdulillah, setelah diadakannya rapat tersebut, ternyata hal ini cukup memberikan dampak positif untuk memotivasi para guru agar lebih fokus dan maksimal dalam memberikan suri tauladan yang baik sekaligus sebagai contoh bagi siswa sehingga mampu merubah system pembelajaran yang lebih efektif berdasarkan kurikulum yang ada sebagai panduan,” jelasnya.
Setelah enam bulan berjuang membenahi SMPN 3 Lambandia, kerja keras kepala sekolah yang telaten ini pun membuahkan hasil, yaitu tercapainya system pembelajaran yang baik, terbangunnya kesadaran guru dan siswa untuk lebih berdisiplin, efektif dan maksimalnya para guru dalam proses pentransferan ilmu sehingga menghasilkan daya serap dan pemahaman siswa akan materi pembelajaran yang jauh lebih tinggi.
Bonus lain yang didapatkan di SMPN 3 Lambandia di bawah kepemimpinan Maulana, S. Pd., adalah tingginya tingkat kepercayanan masyarakat sekitar untuk menitipkan anak-anaknya untuk dibina dan bersekolah di sekolah ini. Secara perlahan, jumlah siswanya semakin meningkat dan sampai perhari ini (Jum’at, 30/10/2020) ada 142 orang yang tercatat sebagai siswa di sekolah ini.
Adapun raihan prestasi akademik yang telah dicapai adalah Juara III dalam Olimpiade Siswa Nasional (OSN) Tingkat Kabupaten Koltim untuk Mata Pelajaran IPA Sains Tahun 2018 yang diwakili oleh Andi Nur dan berhasil menjadi salah satu utusan Kab. Koltim dalam ajang yang sama pada Tingkat Prov. Sulawesi Tenggara.
Prestasi non akademikpun tidak luput dari ditorehkan sekolah ini di bawah kepemimpinan MAULANA, S.Pd, bahkan sampai ke tingkat nasional. Selama 3 tahun berturut-turut sekolah ini selalu mewakili kabupaten untuk mengikuti pertandingan. Sebagai catatan, SMPN 3 Lambandia adalah satu-satunya sekolah yang memiliki klub sepak bola sendiri di Kab. Koltim.
Di Tahun 2017 mereka mewakili Kab. Koltim untuk melakukan pertandingan di tingkat Prov. Sultra namun gagal meraih juara. Nanti pada Bulan Oktober Tahun 2018, sekolah ini berhasil menorehkan prestasi yang sangat membanggakan karena berhasil menjadi Juara I dan mewakili Prov. Sultra pada ajang Gala Siswa Tingkat Nasional di Jakarta. Dan di Tahun 2019 kemarin, mereka tetap saja menjadi satu-satunya Klub Sepak Bola di Tingkat SMP yang selalu mewakili Kab. Koltim pada ajang lomba Tingkat Prov. Sultra.
Langkah pembinaan pada cabang olah raga ini yang dilakukan kepala sekolah yang hoby sepak bola ini memang tidak main-main.
Bahkan Maulana sudah melakukan pencaharian bibit di tingkat sekolah dasar pada sekolah-sekolah pendukung, sehingga ketika murid SD ini tamat dan bersekolah di SMPN 3 Lambandia, mereka sudah terbiasa untuk melanjutkan pola latihan di SMP tersebut. Sebuah langkah pembinaan yang simultan dan berkelanjutan dan patut dicontoh oleh kepala-kepala sekolah yang lain di tanah air.
Tidak sampai di situ, kepala sekolah yang inovatif ini juga berhasil membina siswanya dalam kegiatan ekstra kurikuler lainnya di bidang kepramukaan. Pada Tahun 2017, ada dua orang siswanya yang sempat mewakili Koltim untuk mengikuti Jambore Nasional di Cibubur, Jawa Barat.
Di akhir wawancara, Maulana, S. Pd., sangat berterima kasih pada Pemerintah Kab. Kolaka Timur yang telah mengucurkan Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2020 senilai kurang lebih 600 juta rupiah untuk pembangunan Gedung Laboratorium Komputer senilai Rp 480.000.000,- dan Pembuatan Lapangan Basket sebesar Rp 120.000.000,-
“Ucapan terima kasih yang tak terhingga saya ucapkan terkhusus kepada Bapak Bupati Kolaka Timur, Bapak Drs. H. Tony Herbiansyah, M.Si dan Ibu Kepala Dinas Dikmudora Kab. Koltim, Ir. Hj. Surya Hutapea yang telah menunjuk sekolah kami sebagai penerima bantuan DAK Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp 843.000.000,- yang sedang kami laksanakan dengan baik sesuai spek dan RAB yang ada, terdiri dari;
1. Rehab 3 RKB: RP 303.000.000,-
2. Rehab Ruang Guru:
Rp 246.600.000,-
3. Rehab Lab. IPA: RP 270.700.000,-
Semoga semua bantuan dana ini sebagai sarana penunjang proses pembelajaran di sekolah kami ini dapat bermanfaat dan menjadi daya tarik tersendiri bagi orang tua siswa dan masyarakat sekitar untuk berbondong-bondong menyekolahkan anaknya pada SMPN 3 Lambandia ini. Besar harapan kami semoga di Tahun 2021 nanti Pemda Koltim membantu sekolah ini lagi untuk pembuatan pagar keliling sepanjang 300 meter demi keamanan lingkungan sekolah dari hewan ternak yang masih sering berkeliaran dan sekaligus menjadi pembatas ruang gerak dari siswa kami agar tidak berkeliaran di luar lingkungan sekolah pada jam-jam proses pembelajaran sedang berlangsung”, pungkas Maulana, S. Pd., penuh harap.
Untuk diketahui, di SMPN 3 Lambandia saat ini guru PNS nya sebanyak 5 orang dan 10 orang Guru Bukan PNS (GBPNS) yang digaji oleh Pemda Koltim sebesar Rp 1.250.000,- setiap bulannya. Boleh dikatakan Pemda Koltim adalah satu-satunya pemerintah daerah kabupaten di Prov. Sultra yang mampu memberikan honor atau gaji tertinggi bagi tenaga-tenaga honorer di berbagai instansi.
(ARIFIN, SE)






