Dugaan Korupsi Dana Hibah BPBD, RDP Di DPRD Jeneponto Masih Menjadi Tanda Tanya

oleh -88 views

JENEPONTO, RRN – Dugaan korupsi dana hibah Pemprov 2021 yang di kelolah oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketua Lembaga Pembarantas Korupsi (LPK)Sulawesi Selatan menganggap RDP kemarin masih manjadi tanda tanya.” Kamis/28/7/22.

Pasalnya, saat dilakukannya Rapat Dengar Pendapat (RDP) Di DPRD kemarin lalu hanya satu orang yang hadir dari pihak BPBD Jeneponto sebagai perwakilan,

“Yang hadir hanyalah, Sulfikar S,KM, selaku Sekretaris BPBD dan sekaligus selaku PPTK dalam kegiatan tanggap bencana 2021 lalu, “ucap Ketua LPK, Hasna Anwar.

Lebih jauh Hasan Anwar menjelaskan, pihaknya menganggap RDP kemarin lalu masih kurang lengkap karena Kadis BPBD, Kabid, Seksi logistik dan Seksi kedararutan tidak ikut hadir saat rapat dengar pendapat dilakukan.

Ia berharap RDP selanjutnya, semua yang terlibat saat kegiatan tanggap bencana 2021 lalu ikut dihadirkan supaya kita bisa buka bukaan dan beradu data serta mempertanyakan Bantuan Semen dari PT BOSOWA, yang ia duga juga adanya kongkalikong.

Kemudian saat pihak LPK Sul-Sel meminta kepada ketua komisi III, Khaidir Adi Saputra Saiful, agar di lakukan RDP di provinsi,

“Khaidir Adi Saputra Saiful, menjawab, ohhiye kalau mauki RDP diprovinsi menyurat maki langsung ke provinsi kanda.

Lanjut, Khaidir, tapi kalau kita RDP di DPRD provinsi kami juga ditunggu hasilnya.

Kan kemarin sudah selesai RDP ketua, tahap selanjutnya kami akan konfirmasi ke Opd yang menerimah uang lelah itu, “ucap ketua komisi III ke LPK-Sul-Sel.” Ucapnya ke LPK-Sul-Sel.

Terpisah, saat Ketua LPK mengkonfirmasih Ketua DPRD Jeneponto, melalui telepon Seluler dalam hal ini, H,Arifuddin, ia mengatakan, saat RDP kemarin di Jeneponto saya lagi RDP di provinsi.

Ia menambahkan, saat DRP juga kemarin, ia sudah menyampaikan di Provinsi namun tidak adaki orang BPBD Provinsi saat itu, “Tutupnya H, Arifuddin.

(Pupung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *