Dosen UNM Memberikan Pelatihan Dan Pembuatan Arang Aktif Dari Tempurung Kemiri

oleh -35 views

BARRU, RRN – – Berbagai upaya kegiatan inovasi dan kereatif yang telah dihasilkan oleh tim pengabdi, diantaranya Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM).

Universitas Negeri Makassar yang Ketuai Dr. Muhammad Wijaya, S. Si. M. Si., bersama Dr. Muhammad Wiharto, Prof. Dr. Muhammad Darial, telah melaksanakan kegiatan 5 tahap berupa pelatihan  pembuatan arang aktif dari tempurung kemiri.

Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan, di Desa Kamiri Kecamatan Balusu Kabupaten Barru Propinsi Sulawesi Selatan. Sabtu, 29 Agustus 2020(Lalu), di Dusun Tanru Terong Desa Kamiri.

Pada saat masih berada di tengah pandemi Covid-19, tim pengabdi harus berkewajiban tetap melaksanakan kegiatan pengabdian PPDM dengan syarat protokol kesehatan dengan memakai masker kain, jaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun hand sanitizer.

Saat awal memulai pelatihan, tim pengabdi melakukan pembagian masker kepada masyarakat, mencuci tangan, dan jaga jarak. Tim pengabdi melakukan pelatihan dan pembuatan arang aktif dengan mempraktekan alat pembakar  yang terbuat dari bahan besi yang dirancang dengan lubang di bagian bawah tungku.

Antusias masyarakat desa sangat menarik untuk melihat langsung proses pembakaran dengan memasukan tempurung kemiri, selama 5 jam. Setelah itu arang karbon yang ada dilakukan di aktivasi dengan merendam pelarut asam sulfat (H2SO4) kemudian dimasukan ke dalam Rotor untuk mengaktivasi sehingga diperoleh arang aktif.

” Menurut Wijaya, bahwa arang aktif bisa dimanfaatkan untuk mengabsorbsi air yang kotor, menyerap logam berat dan dapat dijadikan campuran kompos. Bisa juga dimanfaatkan untuk campuran jalan dan kontruksi bangunan. ” Tuturnya

Kemudian dilanjutkan pendampingan pelatihan dengan mengundang narasumber secara daring. Arief Budyantoro, (Dosen Teknik Kimia Universitas Surabaya) sementara S3 Kimia USM Yogyakarta, dengan membawakan materi pelatihan pemanfaatan Biomass (Pupuk Kompos)

Menurut Arief, bahwa fungsi kompos pada tanah adalah penyedia unsur hara tanah (N, P, C dan mineral), dan memperbaiki sifat tanah secara fisik, kimiawi, maupun biologis.

” Jika tanah yang tercemar perlu dilakukan bioremediasi, menambahkan kompos dan arang aktif agar tanah tersebut bisa pulih, dan mampu meningkatkan kesuburan tanah. “

Jenis kompos bisa berasal dari sampah organic, cairan, daun daunan dan padatan kotoran ternak.

” Perlunya ada alat Crusher, pencacah, misalnya, kulit kemiri dicacah, kemudian dikomposkan supaya lebih baik, dan juga sampah dedaunan ditambah bakteri pengurai bahan organic (EM4 pertanian). ” Jelas Arief

Metode fermentasi terbuka: tempurung kemiri dicacah kemudian ditambahkan air dan tetes tebu atau cairan gula merah, Kemudian jadi kompos. Dan dibuat kemasan 5 Kg dijual 10 ribu dan 25 Kg dijual 25 Kg. Kompos ini dikirim lewat truk setiap bulan di beberapa kios tanaman hias dan toko pertanian.

Sedangkan menurut Marni, bahkan tanggal 1 September sesuai edaran Pemkab, bahwa semua sapi dikandangkan. Hampir semua limbah yang disampaikan pemateri ada di Kab. Barru, ada perlu modul dan panduan untuk pelatihan ini. Maka pemateri akan memberikan file presentasi pelatihan kompos.

Menurut wijaya (Alumni S3 PSL IPB Bogor), bahwa potensi arang aktif untuk dikembangkan dapat memberikan nilai ekonomi yang tinggi dan dapat membantu petani desa meningkatkan  produksi hasil pertanian yang berkualitas, pertanian terpadu yang menjadi kunci keberhasilan petani di Desa Kamiri.

Pelaksanaan kegiatan Desa Mitra mendapat support dari Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNM Makassar Bapak Prof. Dr. H. Bakhrani A. Rauf, M. T.

Pada kesempatan ini, Ketua LP2M menyampaikan pengarahan tentang pentingkan pengabdian yang berinovasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa, serta pesan Rektor UNM Prof. Dr. H. Husain Syam, M. TP., yang menekankan bahwa setiap Dosen pengabdi untuk wajib melakukan kegiatan pengabdian dengan mengedepankan sisi kreatifitas dan inovasi untuk menciptakan terobosan baru dalam setiap pelaksanaan pengabdian ini.

Pelaksanaan kegiatan PPSM ini berkat kerjasama DPRM Kemristek/BRIN dengan Pemerintah Desa selaku Kepala Desa Mitra Bapak Irwan Temma, Ketua Kelompok Tani Bapak Marmi, Tokoh masyarakat dan Ibu Rumah Tangga (IRT).

Program selanjutnya, rencana pembuatan alat mesin penghalus rumput sebagai pakan ternak

(Herdin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *