Ditetapkan Tersangka, Udin Lamatta “Serang” Kapolres Soal Kriminalisasi Wartawan

oleh -1.064 views

TOLITOLI, RRN – Masih ingat kasus pencemaran nama baik mantan bupati Tolitoli Alek Bantilan, tahun 2021. Hasanuddin alias Udin Lamatta sebagai terlapor, akhirnya ditetapkan Polres Tolitoli sebegai tersangka, belum lama ini.

Perkara ini berawal dari mantan Bupati Tolitoli Alek Bantilan yang melaporkan nama baiknya dicemarkan oleh Udin Lamatta melalui media Facebook di akun grup Bukan Tolitoli Bicara Part Two, menyusul sejumlah berita infoaktual.id terkait lahan milik rakyat diserobot Alek Bantilan. Lahan itu kemudian dimasukan proyek ilegal rumah adat dua tahap, dimana tahap II nya sebesar Rp 1,5 M dibatalkan banggar ABT 2022 karena alas hak proyek itu hanya memakai SKPT manipulatif atas nama Alek Bantilan.

Nah, terbaru dalam lanjutan pemeriksaan, Udin terpaksa dijemput paksa tim Satreskrim Polres Tolitoli lantaran sudah beberapa kali dipanggil namun tidak juga mau datang. Atas upaya jemput paksa itulah, Udin Lamatta kemudian diduga “menyerang” Kapolres dengan membuat pemberitaan berjudul “Kapolres Kriminalisasi Wartawan Gegara Bongkar Proyek Ilegal” yang dimuat di sejumlah media online.

Dikonfirmasi soal kriminalisasi wartawan, kepada Radar Reportase News Kapolres Tolitoli AKBP Ridwan Raja Dewa.,SIK menegaskan tidak pernah sedikitpun ada niatan atau upaya untuk mengkriminalisasikan wartawan.
“Tolong buktikan, dimana kami melakukan kriminalisasi wartawan, justru kami beritikad baik mengundang tersangka pada agenda pemeriksaan, tapi malah tidak diindahkan. Malah dianggap melakukan kriminalisasi wartawan, dengan tegas saya membantah hal itu,” sebut Kapolres di hadapan awak media, Selasa (27/12/2022) siang.

Terkait judul kriminalisasi tersebut, para jurnalis juga mempertanyakan langsung kepada Udin Lamatta. Namun sayang, bukan menjawab dengan bukti yang jelas, ia malah mengalihkan pembahasan tentang penyerobotan lahan, yang kasusnya telah dihentikan Polda Sulteng, atau di SP3 kan.
“Jika saya terbukti kriminalkan wartawan, saya siap mundur dari jabatan dan siap bertanggungjawab, dan saya menilai pemberitaan itu justru sepihak, tidak berimbang. Sebaliknya, saya bisa saja mempidanakan persoalan ini, namun lagi-lagi saya mempertimbangkan rasa kemanusiaan, dan memilih tidak untuk melaporkan secara hukum atau bahkan sampai ke Dewan Pers,” tuturnya.

Ditambahkan Kapolres, penetapan tersangka Udin Lamatta tertuang dalam surat ketetapan No : S Tap/20/IX/2022 Reskrim tentang penetapan tersangka, bahwa berdasarkan keterangan saksi ahli, dan penyertaan barang bukti serta gelar perkara diperoleh keterangan yang cukup dan menyakinkan bahwa seseorang patut diduga keras melakukan perbuatan tindak pidana informasi dan transaksi elektronik, sehingga Hasanuddin alias Udin lamatta statusnya ditetapkan sebagai tersangka.
Upaya pencemaran nama baik dilakukan secara berulang dalam tanggang waktu antara bulan Oktober tahun 2020 sampai dengan bulan September tahun 2021, tepatnya di media sosial Facebook akun Hasanudin pada grup Facebokk Bukan Tolitoli Bicara Part Two.

(ASR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *