Diza Rasyid Ali, Lantik Arfan Basmin Sebagai Ketua BKD PP Sulsel

oleh -93 views

LUWU, RRN – Ketua MPW Pemuda Pancasila (PP) Sulsel St. Diza Rasyid Ali lantik Andi Muhammad Arfan Basmin Sebagai Ketua Badan Kepala Desa (BKD-PP) Sulsel, pada Minggu, (25/12) sore.

Pelantikan tersebut digelar di Hotel Taslila, Desa Buntu Matabbing, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, dan dihadiri forkopimda Kabupaten Luwu.

Berdasarkan SK MPW PP Sulsel yang dibacakan sekertaris MPW Sulsel, Dr.Tri Sulkarnain Ahmad, menyatakan Andi Muhammad Arfan Basmin sebagai Ketua, Andi Mappakaya Amir sebagai sekertaris, dan Ummi Kalsum sebagai bendahara untuk masa bakti 2022 hingga 2027.

Dalam struktur pengurusan BKD-PP Sulsel yang baru terbentuk saat ini dilengkapi para kepala desa dari seluruh kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan.

Selain itu, sejumlah ketua organisasi profesi kepala desa lainnya, turut bergabung dalam BKD-PP Sulsel. Pasalnya, BKD-PP Suls menjadi batang tubuh profesi kepala desa di Sulsel.

Ketua BKD-PP Sulsel, Andi Muhammad Arfan Basmin usai dilantik menyampaikan jika di BKD PP semua dapat melebur tanpa ada sekat antara Kades, aparat, hingga BPD tingkat desa. Namun, Arfan menekankan sejumlah poin yang patut diperhatikan sebagai kader organisasi Pemuda Pancasila.

“Namanya Pemuda Pancasila harus punya 3 hal yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan, yang pertama, kader PP wajib memiliki semangat gotong royong, kemudian memiliki rasa solidaritas yang tinggi, dan juga sikap militansi,” ungkapnya.

Ia kemudian memberikan 2 figur kader PP yang dapat di contoh. Kader tersebut datang dari kalangan Srikandi PP. Mereka adalah ketua MPW PP Sulsel, Diza Rasyid Ali dan Pembina DPC Srikandi PP Kabupaten Luwu, Hj. Hayarna Hakim.

“Ada dua kader PP yang bisa menjadi contoh. Dari tana luwu akan muncul 2 Srikandi yang sudah melakukan kegiatan tanpa harus diketahui orang. Yang pertama ibu ketua MPW PP Sulsel dan kedua pembina Srikandi Luwu,” tambah Arfan.

Sementara pada kesempatan yang sama Ketua MPW PP Suslel, Diza Rasyid Ali, menekankan kepada seluruh kader yang baru dilantik untuk lebih aktif dalam berorganisasi, dan tidak hanya menjadikan organisasi PP sebagai simbol belaka.

“Jangan mau dilantik, setelah itu tidak bisa berbuat apa-apa. Mau minta jadi ketua tapi tdak bisa jadi apa-apa. Karena PP paling pamali dilantik tidak berbuat apa-apa. Tidaka ada satu badan di PP yang tidak bergerak. Jaga luwu ini, saya ingin memperhatikan daerah, yang memperhatikan organisasi. Itu yang mendorong sayang Saya wajib datang ke Luwu karena Luwu ini besar,” kata Diza.

Diza kemudian dengan tegas jika Pemuda Pancasila adalah organisasi yang berbasis massa, yang tertib dengan satu komando.

“Apa yang disampaikan ketua BKD-PP Suslel dan ketua MPC Kabupaten Luwu yang satu komando adalah benar. PP adalah organisasi berbasis massa, suka atau tidak suka. Wajib satu komando. Tahun depan perjuangkan kader PP. Tidaka da kata lain. Tidak ada ampun lagi,” tegasnya.

Untuk diketahui, rangkaian kegiatan pelantikan BKD-PP Sulsel digelar sejak 24 Desember kemarin. Mulai melajukam sunnatan massal, donor darah, final song antar kecamatan, hingga pelantikan pengurus Srikandi DPC Luwu, Pengurus PAC, dan pelantikan BKD-PP tingkat DPC.

(SimpulRakyat.co.id/AHs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *