Dewan Adat Tolitoli Apresiasi Kinerja Polres Tolitoli H. Ibrahim : Kami Berharap Pembangunan Rumah Adat Dilanjutkan

oleh -115 views

TOLITOLI, RRN – Ketua Dewan Adat Tolitoli Drs H. Ibrahim Saudah menyampaikan apresiasinya kepada Polres Tolitoli yang telah menangani kasus pencemaran nama baik mantan Bupati Tolitoli H. Moh. Saleh Bantilan yang juga raja Tolitoli ke-17, hingga ditetapkannya Hasanudin alias Udin Lamatta sebagai tersangka.

“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kapolres Tolitoli AKBP Ridwan Raja Dewa SIK dan jajaran, atas kinerjanya dalam penanganan kasus pencemaran nama baik Raja Tolitoli, H. Moh Saleh Bantilan,” ungkap H. Ibrahim di kediamannya, Rabu (28/12/2022).

Lanjut H. Ibrahim, dukungan penuh disampaikan Dewan Adat Tolitoli kepada Polres Tolitoli atas penanganan kasus pencemaran nama baik, lantaran apa yang dilakukan oleh tersangka selama ini dinilai sangat meresahkan masyarakat adat Tolitoli, selain itu juga dianggap telah melecehkan kehormatan raja Tolitoli ke-17 dan rumah adat sebagai simbol kebanggan masyarakat adat Tolitoli.

“Harapan kami, kasus ini ditangani hingga tuntas, selain menjadi kewajiban aparat penegak hukum untuk menegakkan keadilan, juga sebagai pelajaran bagi masyarakat agar lebih menghargai kearifan lokal dan kebhinekaan. Selain itu yang lebih penting lagi, proyek pembangunan rumah adat yang merupakan simbol adat Kabupaten Tolitoli, dapat dilanjutkan kembali,” harapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus pencemaran nama baik ini bermula saat mantan bupati Tolitoli H. Moh. Saleh Bantilan melaporkan bahwa nama baiknya telah dicemarkan, menyusul sejumlah berita di media infoaktual.id.

Dalam pemberitaan disebutkan bahwa mantan bupati melakukan penyerobotan lahan yang kemudian dimasukan dalam proyek ilegal rumah adat dua tahap, dimana tahap II nilainya sebesar Rp 1,5 miliar, namun dibatalkan Banggar ABT 2022 karena alas hak proyek itu hanya memakai SKPT manipulatif atas nama Moh. Saleh Bantilan.

Singkatnya, dalam kasus ini Polda Sulteng menyatakan tidak menemukan adanya unsur pidana atau pelanggaran di dalamnya, sehingga terbitlah Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3).

Dalam kasus ini, Polres Tolitoli juga telah menetapkan Udin Lamatta sebagai tersangka sesuai surat ketetapan No: S Tap/20/IX/2022 Reskrim tentang penetapan tersangka, bahwa berdasarkan keterangan saksi ahli, dan penyertaan barang bukti serta gelar perkara diperoleh keterangan yang cukup dan menyakinkan bahwa, seseorang patut diduga keras melakukan perbuatan tindak pidana informasi dan transaksi elektronik, sehingga Hasanuddin alias Udin lamatta statusnya ditetapkan sebagai tersangka.

Upaya pencemaran nama baik dilakukan secara berulang dalam tenggang waktu antara bulan Oktober tahun 2020 hingga September tahun 2021, tepatnya di media sosial facebook dengan akun Hasanudin pada grup akun facebook Bukan Tolitoli Bicara Part Two.

(ASR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *