Banding Randi Cs Ditolak Pengadilan Tinggi Jemy Yusuf Bantah Isu Menghalangi Proses PAW

oleh -43 views

TOLITOLI, RRN – Upaya hukum Ketua DPRD Tolitoli Moh. Randi Saputra dalam perkara gugatan Pergantian Antar Waktu (PAW), sementara berakhir di Pengadilan Tinggi (PT) Sulawesi Tengah.

Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Palu yang dipimpin Tardi SH bersama anggota Edy Suwanto SH MH dan Y. Wisnu SH MH, pada Kamis (5/1/2023) memutuskan, upaya banding yang dilakukan Randi melalui kuasa hukumnya Iskandi SH, ditolak.

Dalam amar putusan Nomor 79/PDT/2022/PT PAL disebutkan bahwa, majelis hakim mengadili : 1. Menerima permohonan banding dari Kuasa Hukum Pembanding semula Penggugat, 2. Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Tolitoli Nomor 18/Pdt.G/2022/PN TLI, tanggal 10 November 2022 yang dimohonkan banding tersebut. 3. Menghukum Pembanding semula Penggugat untuk membayar biaya perkara ini pada kedua tingkat Pengadilan yang untuk tingkat banding ditetapkan sejumlah Rp 150.000.

Dalam perkara ini, pembanding atau penggugat adalah Ketua DPRD Tolitoli Moh. Randi Saputra AR yang diwakili oleh Iskandi SH, dan yang menjadi tergugat adalah DPC PPP Tolitoli, tergugat II DPW PPP Sulawesi Tengah, dan tergugat III adalah DPP PPP.

Terkait hasil putusan Pengadilan Tinggi yang menolak upaya banding Randi, Ketua DPC PPP Kabupaten Tolitoli Moh Saleh menegaskan, DPC PPP Tolitoli akan kembali mengajukan usulan ke DPRD Tolitoli untuk segera digelar rapat paripurna PAW, ini setelah ada musyawarah dan penetapan jadwal oleh Badan Musyawarah.

Sebelumnya, kata Saleh, PPP telah mengajukan usulan namun belum diproses unsur pimpinan dewan melalui Bamus dengan alasan, masih dalam upaya hukum di pengadilan.

“PN Tolitoli menolak, pengadilan tinggi juga menolak, maka tidak ada lagi alasan bagi pimpinan dewan untuk tidak melakukan paripurna. Dan kami, PPP akan kembali mengajukan usulan baru ke pimpinan DPRD,” ungkap Saleh.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua I DPRD Jemy Yusuf mengaku belum menerima salinan putusan pengadilan dalam upaya banding Randi melalui kuasa hukumnya.

“Pada prinsipnya kami sebagai unsur pimpinan DPRD memberikan ruang bagi kedua belah pihak untuk menyelesaikan upaya mencari keadilan, dan jika sudah ada putusan pengadilan maka itu yang akan dijadikan dasar untuk diteruskan ke Bamus dalam menetapkan jadwal paripurna PAW,” urai Jemy sembari menepis isu miring yang menyebutkan ada upaya unsur pimpinan untuk menghalangi proses PAW.

“Itu tidak benar ya, kami tidak pernah menghalangi proses PAW, hasil putusan pengadilan itu dasar kami untuk menindaklanjuti,” timpalnya.

Sementara, upaya media ini untuk melakukan konfirmasi ke Ketua DPRD Tolitoli Moh. Randi Saputra via aplikasi whatsapp belum membuahkan hasil, chat maupun telepon whatsapp tidak direspon.

Padahal, upaya konfirmasi dimaksud terkait kabar bahwa ketua DPRD diam-diam menggelar rapat Bamus bersama wakil ketua II dan dua anggota DPRD. Demikian pula Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Budi Katiandago saat dikonfirmasi via seluler dan whatsapp juga tidak membuahkan hasil.

(ASR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *