MALILI, RRN – Suasana di Warkop BARUGA COLLABORATION CENTRE (BCC) Malili, tampak hangat pada Rabu (1/7/2026) sore. Sejumlah pengurus dan anggota Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Lutim, berkumpul dalam agenda pembahasan percepatan pembentukan struktur kepengurusan LIRA Kecamatan Malili.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja (Raker) LIRA Lutim yang sebelumnya digelar di Pantai Ujung Suso, pada 20 Juni 2026 silam. Dalam raker itu, LIRA Lutim menegaskan komitmennya untuk segera merampungkan pembentukan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa.
Bupati LIRA Lutim, Muhammad Alwan, mengatakan pembentukan struktur di tingkat bawah menjadi salah satu program prioritas organisasi.
“Olehnya itu, program yang kita prioritaskan adalah membentuk struktur kepengurusan di setiap kecamatan. Tujuannya agar lebih banyak mata dan telinga kita dalam melihat kesenjangan yang terdapat di tengah masyarakat,” ujar Muh. Alwan, dalam pertemuan itu di beberapa pekan silam.
Pertemuan di BCC tersebut, juga menjadi langkah percepatan bagi penguatan organisasi di Kecamatan Malili. Camat LIRA Malili, Andi Hilal, menyebut pihaknya menargetkan penyelesaian struktur kepengurusan dalam waktu dekat.
“Paling lambat, besok sudah selesai ini apa-apa. Saya hubungi mereka dulu, terus nanti kita ajak komitmen, bagaimana kita membawa LIRA ini ke arah yang positif,” tegasnya.
Menurutnya, keberadaan organisasi harus tetap terhubung dengan masyarakat agar semangat LIRA sebagai “mata dan telinga rakyat” dapat dijalankan secara nyata.
“Kalau organisasi ini berjalan dengan baik, tentu kita harus membangun komunikasi yang luas dengan masyarakat,” ujarnya.
Selain membahas penyusunan struktur, sejumlah pengurus turut mengemukakan gagasan mengenai arah program LIRA Malili ke depan.
Salah seorang Kepala Dinas LIRA Lutim, Jayus Sagena, menilai Kecamatan Malili memiliki banyak potensi yang dapat menjadi fokus perhatian organisasi.
Sebagai pusat aktivitas pemerintahan dan masyarakat di Lutim, menurutnya LIRA Malili tidak hanya dapat mengambil peran dan fungsi kontrol sosial, tetapi juga terlibat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.
“LIRA juga dapat mengembangkan program pemberdayaan nelayan maupun mendorong pembentukan bidang-bidang usaha di LIRA Malili,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah LIRA Lutim, Suardi, menekankan pentingnya percepatan penyelesaian struktur kepengurusan. Ia menekankan struktur LIRA Malili sebaiknya segera dirampungkan agar proses pembuatan kartu tanda anggota (KTA) juga bisa langsung dipersiapkan.
Menanggapi hal tersebut, Muhammad Alwan, menjelaskan bahwa masih terdapat sejumlah pengurus yang proses administrasinya belum selesai sehingga akan dirampungkan secara bersamaan.
“Terkait KTA, masih ada beberapa rekan pengurus yang belum lengkap administrasinya, sehingga nantinya akan dirampungkan secara bersamaan,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Penasehat LIRA Lutim, Abdul Rauf Dewang, turut memberikan pemahaman mengenai posisi dan fungsi LIRA sebagai organisasi kemasyarakatan.
Ia menjelaskan bahwa LIRA hadir bukan sebagai organisasi yang berpihak pada kepentingan tertentu, melainkan sebagai lembaga yang menjalankan fungsi kontrol sosial secara independen.
“LIRA hadir sebagai penyeimbang. Ketika ada hal yang baik, tentu harus disampaikan sebagai sesuatu yang positif. Namun ketika terdapat kebijakan atau persoalan yang tidak sesuai aturan dan merugikan masyarakat, LIRA juga harus hadir menyuarakan,” tuturnya.
Menurutnya, seluruh anggota perlu memahami secara mendalam fungsi dan tujuan organisasi agar mampu menjelaskan kepada masyarakat tentang peran LIRA.
Menjelang berakhirnya pertemuan yang berlangsung hingga sore hari itu, Abdul Rauf Dewang menutup dengan sebuah pesan yang mengundang refleksi bagi seluruh peserta.
“Kejahatan yang terstruktur dapat mengalahkan kebaikan yang tidak terstruktur,” pinta pria ya g kerap disapa Habib itu.

(***)






