Tim Dosen Jurusan Kimia FMIPA UNM Gelar Pelatihan AI dan Molecular Docking untuk Tingkatkan Kompetensi Riset Mahasiswa Kimia

MAKASSAR, RRN — Program Studi Kimia Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar (UNM) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Pelatihan Penerapan Artificial Intelligence dan Simulasi Molecular Docking untuk Peningkatan Kompetensi Riset Mahasiswa. Kegiatan ini digelar di ruang perkuliahan PS Kimia FMIPA UNM dan diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir serta mahasiswa yang sedang mempersiapkan penelitian skripsi.

Kegiatan PKM ini dilatarbelakangi oleh masih panjangnya masa studi mahasiswa Kimia yang rata-rata melebihi empat tahun. Hal tersebut salah satunya dipicu oleh ketergantungan pada penelitian laboratorium basah yang membutuhkan waktu lama dan rentan mengalami trial and error. Untuk menjawab tantangan tersebut, tim PKM menginisiasi pelatihan laboratorium kering (dry lab) berbasis kimia komputasi.

Bacaan Lainnya

Ketua tim pelaksana, Suriati Eka Putri, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan keterampilan riset modern yang dapat mempercepat proses penelitian mahasiswa.
“Melalui pemanfaatan molecular docking, molecular dynamics, dan aplikasi AI, mahasiswa dapat melakukan simulasi interaksi molekul tanpa harus selalu berada di laboratorium basah. Ini tentu membantu mempercepat penyusunan skripsi dan meningkatkan kualitas penelitian mereka,” ujarnya.

Dalam pelatihan ini, peserta dibimbing langsung menggunakan berbagai perangkat lunak komputasi seperti AutoDock, PyRx, Yasara, dan Discovery Studio Visualizer, serta aplikasi AI berbasis web seperti SuperPRED dan SwissADME. Mahasiswa mempraktikkan cara menyiapkan struktur molekul, melakukan simulasi docking, hingga membaca hasil binding affinity dan interaksi ligan–protein.

Mahasiswa tampak antusias mengikuti sesi demonstrasi dan praktik mandiri. Banyak peserta mengajukan pertanyaan terkait penerapan kimia komputasi untuk penelitian bahan alam, kimia obat, dan biokimia.
“Kegiatan ini membuka wawasan baru bagi kami, terutama dalam menyiapkan penelitian tanpa harus menunggu terlalu lama di laboratorium,” ujar salah satu peserta.

Berdasarkan hasil evaluasi, lebih dari 75% peserta berhasil memahami dan mampu menggunakan metode molecular docking dan molecular dynamics dalam merancang penelitian mereka. Pelatihan ini dinilai berhasil meningkatkan literasi digital dan kemampuan analisis komputasi mahasiswa Kimia UNM.

Selain pelatihan teknis, kegiatan ini juga menghasilkan beberapa luaran, antara lain artikel ilmiah, artikel media elektronik, dan video dokumentasi PKM yang diunggah di platform digital.

Tim PKM berencana membentuk komunitas riset kimia komputasi sebagai wadah berkelanjutan untuk memperdalam kemampuan mahasiswa di bidang AI dan simulasi molekul.
“Harapannya, ekosistem riset berbasis teknologi di PS Kimia semakin kuat dan mampu menjawab tantangan sains modern,” tutup Suriati.

Kegiatan PKM ini menjadi langkah strategis dalam mendorong mahasiswa untuk menyelesaikan studi tepat waktu, sekaligus mempersiapkan lulusan yang kompetitif di era digital dan industri 4.0.

(***)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *