BUOL, RRN—Proyek pembangunan Air bersih kecamatan bunobogu selatan kabupaten buol sulawesi tengah (sulteng) yang dikerjakan oleh CV.Laju Sedayun dengan nilai HPS RP 2,142.212.994.05, bersumber dari dana APBN disinyalir bermasalah. diduga kuat proyek tersebut dikerjakan asal jadi,karena hingga saat ini Air bersih tersbut belum sepenuhnya dinikmati warga setempat.
Berdasarkan data yang dihimpun tim media ini,ada sejumlah item pada proyek tersebut yang terindikasi dikerjakan dengan Asal asalan, salah satunya sebagaian jaringan pipa yang masi menjulang diatas tanah, serta air yang mengalir hanya sekitar 20 hingga 30 persen sehingga sebagian masyarakt tidak bisa memanfaatkan air tersebut.
Hal tersebut dinyatakan oleh salah satu sumber yang tidak mau disebutkan namanya.
“Pipanya sebagian tidak ditanam,dan air yang mengalir kalau bisa ditaksir hanya sekitar 20 atau 30 persen saja,makanya sebagian masyarakat tidak bisa menikmati air,selain itu airnya warna kuning”,katanya.
Merujuk pada dugaan tidak mengalirnya Air bersih pemerntah desah bunobogu belum menanda tangani serah termah dari pihak ketiga (rekanan).
Olehnya masyarakat meminta penegak hukum di buol untuk memanggil pihak kontraktor guna dimintai keterangan.
“Kami minta kepada penegak hukim di buol agar memanggìl pihak kontraktor,sebab melihat kondisi proyek,patut diduga ada ketidak beresan.jika itu terbukti kami minta agar diproses secara hukum”pinta masyarakt tersebut
Sementara itu, kepala bidang Cipta Karya pada dinas PUPR kabupaten buol,yang dihubungi via telvon selulernya Moh Yani selasa (22/04/2020), mengatakan akan melakukan pengecekan, “Kami akan cek ya, dan proyek itu masi dalam masa pemeliharaan sehingga masih tanggung jawab kontraktor”, kata Yani.
(Syamsul)





