Pemeliharaan Proyek Air Bersih Desa Bunobogu Selatan Dan Induk Dikeluhkan Warga

BUOL, RRN—Anggaran sebesar Rp.2,142,212,994,05 pelaksana CV.LAJU SEDAYUN yang digelontorkan dari dana APBN tahun anggaran 2019, untuk pembangunan sarana air bersih, di desa bunobogu selatan dan bumobogu induk kabupaten buol sulawesi tengah (sulteng) pemeliharaannya dinilai tidak maksimal.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh media online, bahwa ada sejumlah item pada proyek tersebut diduga dikerjakan asal jadi, sehingga masih membutukan pemeliharaan yang cukup serius,salah satunya sebagaian jaringan pipa tidak tertanam dalam tanah,serta air yang mengalir hanya sekitar 20 hingga 30 persen.

Abdullah Lamora warga desa bunobogu induk mengaku sampai saat ini belum bisa menikmati dengan baik air tersebut, “Saya sendiri ini punya meteran pak,air yang mengalir layaknya air kencing, itupun kadang tidak jalan, “kata Abdulah.

Diapun menyayangkan kinerja dari pelaksana proyek yang tidak memperhatikan pemeliharaan sehingga berdampak pada kwalitas air yang seharusnya sudah dinikmati oleh masyarakat sebagai pengguna.

“Harusnya kontraktor lebih memperhatikan kwalitas air ini,karna masi tanggung jawabnya dalam masa pemeliharaan,gimana kita bisa nikmati sepenuhnya airnya sering-sering mati”, ungkap abdulah.

Namun pernyataan abdulah dibantah oleh pihak pelaksana ketika dikonfirmasi via telvon (23/04),”Air itu jalan hanya siang kalau malam tidak”, katanya.

Informasi lain yang dihimpun oleh media ini di lokasi proyek, khususnya wilayah bunobogu induk pemasangan jalur pipanya ditempatkan pada ruas draenase sehingga kedepan akan menghambat peningkatan draenasi didesa itu.

Hal tersebut dinyatakan oleh kepala desa bunobogu induk saat dikonfirmasi oleh media ini kamis(23/04/2020), dia mengatakan sebagian pemasangan pipa di tempatkan pada ruas draenase sehingga menurutnya akan mengganggu pengembangan sistem draenase, “Iya sebagian pipa di kasi jalan dalam draenase sehingga ini akan menggagu pengembagan sistem draenase nanti”, kata kades.

Ini juga dibantah oleh pelaksana,”tidak ada pipa yang di tempatkan di dranase, nantilah saya cek lagi”, katanya.

Dengan adanya sejumalah kekurangan yang terjadi dilapangan patut diduga ada banyak ketidak beresan serta kecurangan sejak pekerjaan proyek dimulai sampai pada masa pemeliharaan.

(Syamsul)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *