MAKASSAR, RRN — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Muslim Indonesia Raya (Gemira) Sulawesi Selatan menggelar kegiatan penting bertajuk pelantikan anggota baru, pengukuhan Lembaga Kajian/Dakwah, dan bedah buku kebangsaan.

Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 26 April 2025 di Hotel Claro, Makassar, dengan dihadiri ratusan kader dan tokoh politik dari Partai Gemira dan Partai Gerindra.
Ketua DPD Partai Gemira Sulsel, Agus Salim Said, S.Sos, dalam sambutannya mengajak seluruh kader untuk memperkuat konsolidasi dan membangun sinergi demi umat dan bangsa.
“Partai Gemira akan menjadi partai konsolidasi dan sinergi untuk umat dan bangsa. Dengan dukungan seluruh anggota, kami optimis organisasi ini akan berjaya dan memberi kontribusi positif kepada masyarakat,” tegasnya.
Momentum ini juga menandai pelantikan resmi anggota baru Partai Gemira serta pengukuhan Lembaga Kajian dan Dakwah sebagai pilar utama gerakan peradaban partai. Lembaga ini diharapkan menjadi pusat kajian nilai-nilai spiritual, sosial, dan kebangsaan dalam rangka mewujudkan visi-misi partai.
Mewakili Partai Gerindra, Sekretaris DPD Gerindra Sulsel, Ir. H. Darmawansyah Muin, ST., M.Si., memberikan sambutan yang menegaskan hubungan erat kedua partai.
“Insya Allah, dalam satu hingga dua tahun ke depan, kita akan terus melakukan konsolidasi untuk memperkuat Gerindra dan mempererat sinergi bersama Partai Gemira. Tahun depan, kita juga akan melepas jemaah haji sekaligus menggelar pelantikan nasional Partai Gemira sebagai penegasan visi misi bersama,” paparnya.
Acara berlangsung semarak dengan yel-yel penuh semangat:
“Gerindra Menang! Prabowo Dua Periode! Gemira Berkah!”
Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Partai Gemira, Dr. KH. Mochamad Irfan Yusuf, M.Si., menegaskan komitmen Partai Gemira untuk selaras dengan perjuangan Partai Gerindra di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
“Kami siap menjalankan visi dan misi besar yang telah diusung oleh Pak Prabowo. Partai Gemira akan membawa semangat Salam Indonesia Raya dan memperkokoh Gerindra-Gemira dalam satu barisan perjuangan,” ujarnya.
Sebagai penutup, acara diisi dengan pembacaan doa bersama untuk kebaikan agama, bangsa, dan negara, pertunjukan tarian tradisional khas Sulawesi Selatan, serta bedah buku berjudul “Biografi KH. M. Yusuf Hasyim – Kyai: Militer Pengawal Ideologi NKRI” yang mengupas nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme.

(Suciburhany/Radarreportasenews.com)





