BNM Sulsel: Masjid Harus Hadir Sebelum Jalanan Menguasai Generasi

MAKASSAR, RRN — Di tengah meningkatnya keresahan masyarakat terhadap kenakalan remaja dan fenomena geng motor, BNM Sulsel memilih menghadirkan pendekatan yang lebih menyejukkan dibanding sekadar menyalahkan atau menghakimi generasi muda.

Melalui kegiatan Pelatihan Sholat Tasbih dan Pembinaan Akidah serta Akhlak yang akan dilaksanakan pada 7 Juni 2026 di Masjid AR-Rahman PSR Sudiang, BNM Sulsel mengajak para pemuda untuk kembali mendekat kepada nilai-nilai agama, ketenangan hati, dan lingkungan pergaulan yang lebih baik.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut akan menghadirkan Ketua Dewan Penasehat BNM Sulsel, Drs. Syamsuddin, M.Si, yang akan memberikan pembinaan spiritual dan penguatan akidah kepada para peserta.

BNM Sulsel menilai, banyak anak muda yang hari ini terlihat keras di jalanan sejatinya bukan sedang mencari masalah, tetapi sedang mencari tempat pulang, tempat didengar, dan tempat diterima tanpa dipandang sebelah mata.

Karena itu, masjid seharusnya hadir menjadi rumah yang paling nyaman bagi generasi muda. Tempat yang menghadirkan kesejukan, bukan rasa takut untuk datang. Tempat yang membuka pelukan, bukan justru memberi jarak.

BNM Sulsel juga mengingatkan bahwa terkadang ada generasi muda yang ingin mendekat, namun merasa asing bahkan di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat mereka belajar dan bertumbuh. Jangan sampai masjid hanya ramai oleh rutinitas, tetapi sepi dari sentuhan kasih sayang kepada anak-anak muda yang sedang membutuhkan arah.

“Kalau jalanan bisa menerima mereka dengan cepat, maka masjid seharusnya lebih dahulu membuka pintu,” menjadi pesan moral yang ingin dibangun dalam kegiatan tersebut.

Selain itu, BNM Sulsel menegaskan bahwa pembentukan akhlak generasi tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Orang tua, lingkungan, tokoh masyarakat, dan tempat ibadah harus saling membuka diri dan menyatukan hati dalam mendidik anak-anak bangsa.

Anak-anak tidak hanya membutuhkan nasihat, tetapi juga keteladanan, perhatian, dan ruang untuk didengar. Sebab tidak sedikit generasi muda yang akhirnya mencari pelarian di luar rumah ketika komunikasi di dalam rumah mulai kehilangan kehangatan.

Melalui kegiatan ini, BNM Sulsel berharap lahir gerakan bersama untuk merangkul generasi muda dengan pendekatan yang lebih manusiawi, religius, dan penuh kepedulian. Karena perubahan tidak selalu dimulai dengan kemarahan, tetapi sering kali dimulai dari satu pintu yang dibuka dengan tulus.

Kegiatan ini terbuka untuk umum dan menjadi bagian dari gerakan sosial serta pembinaan moral yang terus digalakkan BNM Sulsel demi menghadirkan generasi yang kuat secara akidah, santun dalam akhlak, dan memiliki arah hidup yang lebih baik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *