BANGGAI(PAGIMANA), RRN—Berbagai carut marutnya persoalan di desa Sama Jatem/Tanjung Japara kecamatan Pagimana sejumlah tokoh masyarakat meminta agar pemerintah desa harus bersikap dewasa dalam menyikapi setiap persoalan yang terjadi di desa agar masyarakat dapat merasakan kenyamanan atas pemimpin yang benar- benar arif dan bijaksana tandas sejumlah tokoh masyarakat.
Menurut hasil keterangan yang dihimpun media ini pada saat Team LSM dan Wartawan bertandang di Desa Sama Jatem/Tanjung Japara sejumlah tokoh masyarakat menyampaikan langsung kepada media ini bahwa belum lama ini ada sedikit persoalan yang sangat menyayat hati masyarakat desa Sama Jatem seharusnya bisa di selesaikan di desa namun ironisnya sudah langsung di Polisikan.
Kronologi persoalan itu awalnya salah paham gara-gara tidak kebagian air bersih akibat tidak sampai di kompleks rumah pelaku perusak batang pipa air tersebut sehingga tanpa sadar karna emosinya dan meneguk minuman keras lalu ia ngamuk dan memotong pipa air bersih sehingga itulah sebabnya pelaku (Irman 28 tahun) di laporkan ke Polsek Pagimana oleh kepala desa Polihardi.
Menurut keterangan pelaku (Irman 28 tahun) ia sempat di tahan dalam sel Polsek Pagimana kurang lebih stenga hari dan setelah itu saya di keluarkan karna sudah ada penyelesaian pihak keluarga dengan kepala desa Sama Jatem ucapnya, ironisnya penyelesaian itu kepala desa Polihardi meminta uang sebesar sembilan juta rupiah (Rp 9.000.000.000) agar terbebas dari jeratan hukum tuturnya kepada media ini
Lanjut Irman, sembilan juta rupiah itu permintaan kepala desa dinilainya sangat tidak wajar karna nilai harga dari sebatang pipa dan se’urat kabel mesin dap di perkirakan paling banyak itu satu juta rupiah (Rp 1.000.000.000) itu sangat di sayangkan seorang pemimpin di desa bukanya melindungi dan mengayomi masyarakat malah hanya menyusahkan masyarakatnya itu sendiri tambah dari sejumlah tokoh masyarakat dengan nada geram.
Tokoh masyarakat desa Sama Jatem sebutan Om Salim sangat menyesalkan tindakan kepala desa Sama Jatem/Tanjung Japara Polihardi yang kurang manusiawi seharusnya diselesaikan di desa bersama keluarga jangan main langsung lapor Polisi kasian masyarakat bukanya mengayomi malah dibikin susah,orang susah tambah disusahakan lagi imbuhnya dengan nada lirih.
Atas kejadian persoalan ini di benarkan oleh Sandi ketua BPD Desa Sama Jatem dan iya juga menyayangkan tindakan dari kepala desa yang semaunya setiap persoalan tanpa di atur dalam desa tiba-tiba terdengar sudah di Polisikan dan ini saya juga selaku BPD turut merasakan dampak keresahan masyarakat olehnyan himbauan saya terhadap masyarakat khususnya desa Sama Jatem/Tanjung Japara jangan melakukan hal sesuatu yang tidak di inginkan oleh pemerintah “tersandung hukum” tutup Sandi ketua BPD.
(Nakir Sulina)






