Kekaya’an Alam Diraup Semakin Habis Tapi Belum Membawa Perubahan Yang Baik Desa Siuna

oleh -204 views

BANGGAI, RRN—Sungguh memprihatinkan karyawan yang bekerja di PT. Penta atau subkonya PT. Motual itu belum ada sistim kontrak kerja bulanan, selama ini sistim kerjanya masih harian yang nota benenya belum memiliki jaminan kesehatan kerja, nah ini dunia tambang tidak diminta-minta ada terjadi insiden kecelaka’an atau lain sebagainya dan kemudian meninggal siapakah yang bertanggung jawab? tandasnya Dadang ente.

Hal tersebut ini Ia sampaikan hanya atas keprihatinanya kepada masyarakat dan desanya yang mana selama keberada’an perusaha’an di desa Siuna belum pernah membawa perubahan untuk masyarakat maupun desa sebagaimana yang sa’at ini kita lihat situasi dan kondisi desa, masyarakat sudah saling terkotak-kotak malah lebih banyak berpihak terhadap perusaha’an ketimbang berjuang untuk desanya (Siuna) tandas Dadang ente red.

Kemudian ia sangat menyayangkan masyarakat desa Siuna ini yang nota bene karyawan kerja hanya enjoy-enjoy saja dengan upah kerja yang hanya Rp 160/hari sudah di anggap besar, dan ini bisa jadi memanjakan perusaha’an yang pada intinya merugikan masyarakat atau karyawan yang bekerja, kemudian lagi ia menanyakan kepada masyarakat yang sudah bekerja sebagai karyawan apakah kalian senang sebagai draifer menerima gaji dari perusaha’an sementara teman atau saudaramu sesama sopir masih menganggur dan belum punya pekerjaan kira-kira bagaimana?, dimanakah hati kalian?, renungkan dan fikirkan baik-baik demi kebersama’an “bersatu kita bisa” peduli Dadang ente.

Menurut Dadang Ente hal tersebut sudah ia laporkan langsung ke Asisten dua, dan ia selaku lembaga di desa meminta agar pemerintah itu dalam hal dinas tenaga kerja (Disnaker) untuk mensidak (SIDAK) perusaha’an kaitan dengan tenaga kerja yang sudah tiga bulan berjalan namun sistim kerjanya masih di upah harian, ini yang harus perlu di perhatikan terangnya kepada media ini, Rabu (17/6/2020).

Bilah di bandingkan dengan tenaga kerja di warung dan di toko-toko itu semuanya sudah kontrak bulan, nah bagaimana ini dengan perusaha’an besar PT.Penta atau subkonya PT. Motual yang beroprasi di bidang pertambangan nikel yang sistim kerjanya masih harian inikan lucu banget ucapnya, sehingga saya selaku lembaga BPD di desa Siuna menilai kehadiran dari perusaha’an di kampung kami (Siuna) bukan mensejahtrakan melainkan hanya mempetak-petakan, mengkelopokan kubu masyarakat desa Siuna saja tegas Dadang ente.

Lanjut Dadang, dalam pengamatan saya di balik ini ada semacam pergerakan yang ingin menggulingkan pemerintahan desa sekarang ini, contohnya itu seperti perekrutan tenaga kerja tidak melibatkan lagi pemerintah desa sementara sudah tertuang di dalam kesepakatan setiap penerima’an tenaga kerja oleh pihak perusaha’an di desa Siuna hanya melalui satu pintu “pemerintah desa” di kandung maksud agar supaya bisa meminimalisir karyawan dari luar mana tau ada tenaga kerja yang di terima dari luar sana ada masalah atau pelanggaran kejahatan dan kemudian di terima sebagai tenaga kerja tentunya bukan pihak perusaha’an yang akan di tanya namun pemerintah desalah yang akan di tanyakan, terang Dadang ente.

Paling ironisnya lagi perusaha’an yang begitu besar yang sudah berinfestasi ” Triliunan rupiah” dan kemudian sengaja mengabaikan kelengkapan kendara’an yang notabenenya tidak memiliki surat tanda nomor kendara’an (STNK) juga pajak kendara’an nah disilah lolosnya pendapatan asli daerah di bidang pajak terang Dadang ente, saya menduga disini ada unsur pembiaran terhadap pihak perusaha’an sementara hal ini saya sudah laporkan kepada pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan eeh malah hanya habis dengan kata janji saja dan tidak ada realisasinya ujar Dadang, nanti ini sudah dua tahun berjalan baru turun mengecek itupun masih di berikan waktu selama tiga bulan ungkap Dadang ente menutup pembicara’an.

(ns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *