Dosen Kimia UNM Latih Guru Kimia Takalar Terapkan Peer Teaching Dalam Model Discovery Learning

TAKALAR , RRN – Tim dosen dari Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) sukses melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berupa pelatihan penerapan peer teaching pada model Discovery Learning untuk guru-guru MGMP Kimia SMA Kabupaten Takalar.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari DIPA UNM Makassar, dengan ketua pelaksana Prof. Dr. Dra. Sugiarti, M.Si., bersama anggota Munawwarah, S.Pd., M.Pd., Drs. Muhammad Yunus, M.Si., dan Dr. Mohammad Wijaya, S.Si., M.Si.
Pelatihan ini digelar sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran inovatif yang lebih aktif, kolaboratif, dan sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka.

Bacaan Lainnya

Selama ini, guru kimia di Takalar masih menghadapi tantangan dalam memadukan model pembelajaran Discovery Learning dengan metode lain yang dapat mendorong keterlibatan siswa. Melalui program ini, guru diperkenalkan dengan penerapan peer teaching yang terbukti mampu menumbuhkan rasa percaya diri, kerja sama, dan partisipasi aktif peserta didik.

Dalam kegiatan pelatihan, guru tidak hanya menerima materi teoritis, tetapi juga berkesempatan untuk menyusun perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), serta mempraktikkannya melalui simulasi mengajar.

Walaupun kegiatan dilakukan saat sekolah tengah libur, guru tetap berperan aktif sebagai subjek pelatihan sehingga siap mengimplementasikan hasilnya ketika kegiatan belajar mengajar dimulai kembali. Produk yang dihasilkan dari program ini meliputi perangkat ajar, media pembelajaran berbasis presentasi dan video, hingga dokumentasi digital yang dapat digunakan sebagai bahan belajar mandiri maupun refleksi bagi guru.

Antusiasme guru dalam mengikuti kegiatan ini terlihat jelas dari partisipasi 23 guru kimia yang hadir secara penuh hingga akhir pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan lebih dari 85 persen peserta mampu memahami dan mempraktikkan strategi pembelajaran yang telah diperoleh. Banyak guru mengaku memperoleh semangat baru untuk mengajar lebih kreatif dan inovatif, bahkan berkeinginan membagikan pengalaman ini kepada rekan-rekan guru lainnya yang belum berkesempatan mengikuti pelatihan serupa.

Keberhasilan program ini menjadi bukti kontribusi nyata UNM dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Ke depan, guru-guru mitra di Takalar akan langsung menerapkan perangkat pembelajaran berbasis peer teaching dan Discovery Learning di kelas, sementara tim pelaksana akan tetap memberikan pendampingan lanjutan serta mendorong penyebarluasan praktik baik ke sekolah lain di Sulawesi Selatan. Dengan adanya program ini, diharapkan pembelajaran kimia di SMA Takalar tidak hanya lebih bermakna, tetapi juga mampu menumbuhkan generasi pelajar yang kritis, kreatif, dan kolaboratif.

(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *