Dosen Kimia UNM Memberikan Pelatihan, Lukman: 1778 Orang, Wijaya: Desa Inovasi

oleh -33 views

TAKALAR, RRN– Program Kegiatan masyarakat (PKM) Universitas Negeri Makassar yang diketuai Dr. Mohammad Wijaya. S.Si., M.Si, dan Dr. Muhammad Wiharto, telah melaksanakan kegiatan berupa  pelatihan dan pembuatan Arang kompos dari Limbah tebu.

Pelaksanaan PKM ini  ini dilakukan di Desa Massamaturu Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten  Takalar Propinsi Sulawesi Selatan. Pelaksanaan Kegiatan ini di lakukan pada Hari ahad, 23 Mei 2021.

PKM ini dihadiri oleh Kepala Desa Massamaturu, Lukman Nyau dan didampingi Sekdes, serta Kepala Badan Pemberdayaan Desa (BPD) Zainal Sewang dan Ketua Kelompok Tani Tebu “ Sepakat” Basri Daeng Sewang, serta dihadiri oleh warga desa,  petani tebu   dan Ibu Rumah Tangga.

Kepala Desa Massamaturu, Lukman Nyau, mengatakan, bahwa kondisi desanya ada 4 Dusun dengan jumlah penduduk sekitar 1778 Orang.

” Jumlah penduduk sekitar 1778 orang dan Desa Massamaturu terletak di samping Pabrik Gula Takalar, yang mana mata pencarian 65% dari petani, peternak, pekebun dan sisanya ASN. ” Ujar Kepala Desa Massamaturu.

Dia mengungkapkan, pada saat masih berada di tengah pandemic covid 19, tim pengabdi harus berkewajiban tetap melaksanakan kegiatan pengabdian PKM.

” Tetap melaksanakan pengabdian PKM dengan syarat protokol kesehatan dengan memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun. ” Ungkapnya.

Saat awal memulai pelatihan, tim pengabdi melakukan pembagian masker kepada masyarakat.

” Melakukan pembagian masker kepada masyarakat. Tim pengabdi melakukan pelatihan dan pembuatan arang kompos dari limbah tebu. ” Jelasnya.

Dengan mempraktekan cara mengolah limbah tebu berupa sisa kulit atau daun tebu untuk diolah dengan cara memasukkan kedalam drum.

” Sisa kulit atau daun tebu untuk diolah kedalam drum yang telah dilubangi kemudian, ditutup dan dinyalakan api lewat lubang di bawah. ” Cetusnya.

Kemudian, akan menyala dan ditunggu selama 1 atau 2 jam.

” Ditunggu selama 1 atau 2 jam hal ini sudah dilakukan oleh tim pengabdi dengan berbagai riset yang berkaitan tentang pirolisis. ” Imbuhnya.

Sementara itu, menurut Moh Wijaya, bahwa arang kompos ini dapat dijadikan sebagai bahan penyerap dan bahan penambahan carbon dalam.

” Penyerap dan bahan penambahan carbon dalam baik tanaman cabe, maupun pepaya yang banyak tumbuh di sekitar Desa Massamauturu ini serta pohon kayu jati yang ada di sepanjang kampung ini. ” Tuturnya.

Apalagi Desa ini kan dilewati menuju Desa Komara.

” Dilewati menuju Desa Komara, tempat pembangunan Bendungan Pammakulu Kab. Takalar. ” Imbuhnya.

Berharap Desa Massamaturu akan menjadi Desa inovasi berbasis Tebu.

” Menjadi Desa inovasi berbasis tebu dan tempat yang dilalui menuju Bendungan Pammakulu. ” Harapnya.

Pada pelatihan itu, dilakukan sesi tanya jawab, kemudian, pada sesi tersebut, ada warga bertanya tentang cara memperoleh EM4 dan apakah ampas tebu dari hasil pengolahan tebu, dibiarkan saja atau gimana.

Menurut M. Wijaya, bahwa Produk EM4 itu dibeli di pasar tani dan untuk menghasilkan tanaman yang subur perlu diberikan EM4.

” Perlu diberikan EM4 dan dilakukan proses pengomposan baik secara aerob amaupun anaerob. “Jelasnya.

Ditempat yang sama, Kepala BPD juga memberikan usulan, kalau bisa ada tindak lanjut dari pelatihan ini.

” dalam bentuk praktek langsung cara membuat bahan kerajinan dan hiasan dari sisa daun tebu dan olahan ampas tebu. ” Ucapnya.

Untuk cara pembakaran pakai drum, dilakukan pembakaran dengan melubangi di bawah drum.

” Dengan melubangi di bawah drum agar arang yang dihasilkan dan produk asap cair yang dihasilkan dapat lebih sempurna. Alat ini bisa diterapkan langsung oleh masyarakat. ” Jelasnya.

Bentuk pelatihan dan diskusi ini sangat membantu masyarakat.

” Membantu masyarakat saat berkunjung ke kantor Desa untuk mengurus KTP, surat keterangan dan lain lain. ” Cetusnya.

Tak hanya itu pelaksanaan kegiatan PKM mendapat dukungan oleh Ketua LP2M Universitas Negeri Makasasar Bapak Prof. Dr.H.Bakhrani A.Rauf M,T.

Pada kesempatan itu, Ketua LP2M menyampaikan amanah dan pesan Rektor UNM Prof.Dr.H. Husain syam. M.TP,  yang menekankan bahwa setiap dosen pengabdi untuk wajib melakukan kegiatan pengabdian.

” Wajib melakukan kegiatan pengabdian dengan mengedepankan sisi kreatifitas dan inovasi untuk menciptakan terobosan baru dan meningkatkan kesejahteraan petani dalam setiap pelaksanaan pengabdian ini. ” Ujar Ketua LP2M Universitas Negeri Makasasar.

Dan Pelaksanaan kegiatan PKM ini berkat kerjasama LP2M UNM lewat PNBP Pusat  dengan  Pemerintah desa selaku Kepala Desa Massamaturu Kec. Polut Kab. Takalar dan Ketua Kelompok Tani Sepakat, Basri Dg Sewang.

Hardin/By

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *