LUTRA, RRN – Kepalah puskesmas Baebunta ( kapus) kabupaten luwu utara kembali menuai sorotan setelah sejumlah staf puskesmas mengeluhkan sikap arogansinya. Kapus tersebut kerap melakukan intimidasi terhadap bawahan sehingga menimbulkan suasana kerja yang tidak nyaman.
Informasi yang di himpun awak media beberapah hari yang lalu dari sejumlah staf yang ada di puskesmas baebunta yang enggan di sebut namanya mengatakan bahwa gaya otoritas kepemimpinan yang di lakukan kapus puskesmas baebunta berdampak pada motifasi kerja di lingkungan puskesmas baebunta, kami sering ditegur dengan perkataan yang tidak pantas bahkan di depan pasien itu yang membuat kami tertekan tutur salah seorang staff yang enggan di publikasikan namanya.
Dugaan kuat seorang ibu hamil yang juga merupakan staff di puskesmas baebunta di pecat dri jabatannya, dalam potongan video yang di unggah di facebook nampak ibu hamil yang di kerumuni beberapah rekan kerjanya dalam kondisi menangis di duga ibu hamil tersebut mengalami shok setelah mengetahui dirinya di pecat.
Di puskesmas baebunta sejumlah keluhan bermunculan terkait dugaan sikap arogan kepalah puskesmas baebunta terhadap bawahan bahkan kerap di sebut-sebut mencatut nama keluarga bupati luwu utara sebagai tameng kekuasaan.
Kamis (4/9/2025) DPRD luwu utara melakukan sidak di sejumlah anggota dalam ruangan puskesmas baebunta, , sidak itu di ketahui dengan adanya laporan yang serupa yang lebih awal masuk di dewan.
Pasca sidak kepalah puskesmas baebunta TiTin yuandri. SKM, akhirnya angkat bicara dirinya membantah keras tuduhan mencatut nama keluarga bupati.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk mengevaluasi kinerja pelayanan di puskesmas baebunta agar tidak terulang kembali hal yang serupa dan kepercayaan publik tetap terjaga.
Hingga berita ini diturunkan pihak puskesmas baebunta dan pihak dines kesehatan kabupaten luwu utara belum memberikan keterangan resmi terkait kabar tersebut.
L/P Mashuri(TIM)






