LSM LIRA Lutim Audiensi Dengan PT.Vale, Ini Yang Dibahas!

LUTIM, RRN – LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Lutim menggelar audiensi dengan PT.Vale Indonesia, untuk membuka ruang komunikasi dan peluang kemitraan.

Dalam pertemuan itu, LIRA menyampaikan sejumlah rencana kolaborasi, sementara PT.Vale mengungkap mekanisme pengaduan yang sedang dikembangkan untuk menampung berbagai persoalan dari masyarakat maupun lembaga.

Bacaan Lainnya

Audiensi berlangsung, Jumat (2/10/2026) di lingkungan PT.Vale dan dihadiri oleh Bupati Lsm Lira Lutim,Muhammad Alwan, SH, Sekda Lsm Lira Lutim,Suardi,S AN, Bendahara Lsm Lira Lutim,Yuliana, Kadis Lsm Lira,Arsal, serta sejumlah pengurus Lsm LIRA Lutim bersama perwakilan perusahaan dari External Relations PT.Vale, Abd Rauf Dewang dan Fahrian Kamari.

Lanjut, Perwakilan LIRA menyampaikan keinginan agar pertemuan tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi berlanjut dalam bentuk kerja sama pada kegiatan sosial dan lingkungan.

Sementara, Sekretaris LIRA Lutim, Suardi, mengatakan pihaknya terbuka untuk terlibat dalam kegiatan seperti sosialisasi, kegiatan sosial hingga penanaman pohon.

“LSM LIRA itu bukan cuma hanya ngobrol kayak begini saja, tetapi kita mau bagaimana saling berkontribusi dengan pemerintah dan PT Vale khususnya,” ujarnya.

Ia berharap komunikasi dengan PT.Vale dapat berlanjut melalui program yang dapat dikerjakan bersama.

“Harapan kami keberadaan kami di LSM LIRA bagaimana bisa nanti ketika ada kegiatan-kegiatan yang bisa LSM LIRA bekerjasama dengan PT Vale, itu yang kami harapkan,” katanya.

Proposal Tetap Melalui Assessment

Menanggapi peluang kerja sama, perwakilan External Relations PT.Vale, Fahrian Kamari, menjelaskan perusahaan memiliki mekanisme dalam menilai setiap proposal yang masuk, termasuk untuk sponsorship dan donasi.

Menurutnya, PT.Vale tidak menutup diri terhadap kerja sama dengan lembaga masyarakat. Namun, setiap usulan tetap perlu dibahas melalui mekanisme internal perusahaan.

“Kalau terkait persoalan kerjasama, di kami itu ada mekanismenya. Misalkan kalau kita berbicara sponsorship, donasi, itu ada mekanismenya. Ada proposal yang masuk, kemudian kami meetingkan,” jelas Fahrian.

Ia mengatakan keputusan mengenai dukungan tidak ditentukan secara sepihak, melainkan melalui proses pembahasan internal.

Fahrian juga menjelaskan program pemberdayaan masyarakat atau PPM PT.Vale mencakup delapan bidang yang dilaporkan kepada Kementerian ESDM, antara lain pendidikan, kesehatan dan kemandirian ekonomi.

Di luar PPM, perusahaan juga memiliki program CSR dalam bentuk sponsorship dan donasi. Namun, ia menegaskan proposal yang diajukan tidak otomatis mendapat dukungan.

“Kalau tiba-tiba datang saya mau kerja sama, ya apa yang selanjutnya. Apa ini jadi satu program yang khusus spesifik untuk lembaga itu. Makanya kita harus berikan dulu gambaran supaya dia tahu bahwa ini yang cocok saya kerjasamakan dengan LSM ini,” katanya.

Dalam kesempatan itu, LIRA juga menanyakan kemungkinan mengajukan proposal untuk menjemput program PT.Vale yang telah tersedia.

Muh. Alwan mempertanyakan, “Bolehkah mengajukan proposal baru untuk menjemput program PT Vale yang sudah dibuat?”

Fahrian merespons bahwa usulan tersebut dapat dimasukkan untuk kemudian dinilai kesesuaiannya dengan agenda perusahaan dan ketersediaan anggaran.

“Namanya berkerjasama pasti dua belah pihak diuntungkan. Bukan kerjasama satu diuntungin, satu dirugikan. Jadi kita harus melihat dari dua sisi,” ujarnya.

PT.Vale Ungkap Mekanisme Pengaduan

Selain peluang kemitraan, audiensi juga membuka informasi mengenai kanal yang dapat digunakan untuk menyampaikan kritik dan pengaduan kepada PT.Vale.

Fahrian menyebut perusahaan memiliki kanal whistleblower yang dapat digunakan untuk melaporkan dugaan persoalan tertentu dengan identitas pelapor yang dapat dibuat anonim.

PT.Vale juga sedang mengembangkan grievance mechanism, yakni mekanisme untuk menerima dan mengelola berbagai keluhan yang masuk.

“Sekarang juga kami lagi godok namanya grievance mechanism. Sistem nanti ada satu sistem yang diolah,” kata Fahrian.

Menurutnya, pendekatan serupa pernah diterapkan ketika muncul persoalan terkait pipa minyak. Saat itu, perusahaan membuka pos di kantor Camat Towuti agar berbagai persoalan dapat dihimpun dan ditangani.

Selain melalui kanal tersebut, ia mengatakan masyarakat maupun lembaga juga dapat menyampaikan persoalan secara langsung kepada bagian External Relations.

“Memang tugas kami di eksternal untuk menerima kritik, saran dan segala macam,” ujarnya.

Fahrian juga menegaskan PT.Vale terbuka terhadap kritik dari LSM. Kritik, kata dia, dapat menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan selama diarahkan untuk membangun daerah.

“Kalau terkait kritik, kami welcome dengan kritik, malah kami jadikan bahan evaluasi juga,” katanya.

(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *