Ratusan Warga Yang Kena Dampak Pergeseran Tanah Di Desa Fatufia Dan Sekitar 96 Kos Kena Dampak, Simak Beritanya!

MOROWALI, RRN – Dusun tiga Desa fatufia kecamatan Bahodopi kabupaten Morowali Sulawesi Tengah warga yang terkena dampak pergeseran tanah mayoritas karyawan PT imip pada hari kamis (29/1/2026) mendapatkan bantuan dari PT imip berupa tenda darurat, makanan, minuman, hingga penerangan .

Badan penanggulangan bencana Daerah (BPBD) kabupaten Morowali sejak tanggal (31/1/2026) telah menyatakan bahwa operasi di lokasi pergeseran tanah telah ditutup, langkah ini di lakukan dengan pertimbangan seluruh pemukim telah dikeluarkan dari lokasi dan seluruh pemukim yang berada di kontrakan( kos) di berikan tempat tinggal diluar area lokasi yang terkena dampak pergeseran tanah,area lokasi yang kena dampak kurang lebih seluas dua hektare dan di kosongkan area aktifitas apapun.

Bacaan Lainnya

BPD Morowali juga sudah berkoordinasi dengan aparat TNI AD dan polri untuk melakukan penjagaan pada area bencana,,selain itu BPD Morowali juga meminta personel tambahan bantuan para sekurity PT imip untuk berjaga di lokasi area kejadian pergeseran tanah bersama aparat TNI AD dan polri.

Head of media relation PT imip Dedy Kurniawan dalam siaran pers nya bahwa hingga hari ini PT imip Masi memberikan support makanan dan minuman sebanyak 900 paket setiap hari.

Ratusan pengungsi yang terdampak di ungsikan ke tenda darurat yang sudah disiapkan PT imip bekerja sama dengan PMI Bahodopi dan diteras mesjid di dusun 3 fatufia.

Sejak Kamis ( 29/1/2026) pagi hingga saat ini bantuan berupa makanan dan minuman dari perusahaan PT imip Masi terus tersalurkan di area pengungsian pada hari pertama kami langsung menyalurkan paket makanan dan minuman sekitar 900 paket,300 paket untuk makanan di pagi hari ,300 paket di siang hari dan 300 paket di MLM hari ungkap Dedy Kurniawan pada hari Sabtu (31/01/2026) pagi.

Menurut Dedy Kurniawan pemukim yang kena dampak pergeseran tanah kurang lebih 288 orang yang merupakan karyawan PT imip dan keluarga karyawan yang saat ini bekerja dalam kawasan dan saat ini telah diarahkan BPD Morowali untuk mencari tempat hunian baru.

Sampai saat ini pihak BPD Morowali masi melakukan investigasi terkait penyebab terjadinya peristiwa pergeseran tanah tersebut yang berada di desa fatufia dan pihak manajemen PT imip terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait dari pemerintah desa, pemerintah daerah hingga pada personil pengamanan aparat TNI AD dan polri di lokasi kejadian tersebut.ketika kita kembali ke sejarah tahun 2018 pernah juga terjadi longsor di area tersebut diketahui bahwa secara historis area tersebut sebelumnya adalah rawa ,namun karena alasan kebutuhan hunian lahan untuk warga hingga di lakukan penimbunan.

Sebelum terjadi pergeseran tanah diarea itu berdiri kos kosan dan lapak tempat usaha warga yang bermukim di area tersebut dan juga mayoritas bekerja di perusahaan PT imip.

(L/P MASHURI)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *