MOROWALI, RRN – Memperingati Hari Buruh Internasional atau Mayday 2026, Federasi Serikat Buruh Niaga, Informatika, Keuangan, Perbankan dan Aneka Industri (FSB Nikeuba) Kabupaten Morowali menggelar pelatihan _basic training_ dan pelatihan paralegal bagi pengurus dan anggota.
Kegiatan yang berlangsung pada 15-18 Mei 2026 ini bertujuan memperkuat kapasitas SDM kader serikat dalam memahami hak-hak pekerja serta mekanisme pendampingan hukum ketenagakerjaan, mulai dari tingkat perusahaan hingga tingkat kasasi.
Pelatihan paralegal ini dihadiri langsung oleh Dewan Pimpinan Pusat FSB NIKEUBA, Carlos Rajagukguk, S.H. Hadir pula sebagai pemateri Hakim Ad Hoc Pengadilan Hubungan Industrial Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Hendra Ambarita, S.H., M.H.
Pada pembukaan kegiatan, hadir Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Morowali, Galib, S.H., manajemen Hubungan Industrial Kawasan PT IMIP Bapak Safaruddi S.H, serta perwakilan BPJS Ketenagakerjaan selaku mitra FSB NIKEUBA.
Ketua FSB Nikeuba Kabupaten Morowali, Suardi Aidhil T., mengatakan pelatihan _basic training_ diberikan untuk membangun pemahaman dasar tentang peran serikat buruh, hubungan industrial, dan prinsip-prinsip organisasi. Sementara pelatihan paralegal difokuskan pada kemampuan membaca perjanjian kerja, mengidentifikasi pelanggaran norma ketenagakerjaan, dan menyusun dokumen pendampingan.
“Di tengah dinamika hubungan industrial, pengurus dan anggota harus punya bekal yang cukup. Dengan pelatihan ini, kami ingin memastikan buruh di Morowali tidak hanya kuat secara organisasi, tapi juga paham hukum agar bisa memperjuangkan haknya dengan tepat. Pelatihan _basic training_ dan paralegal ini sudah dilakukan untuk kedua kalinya sejak FSB Nikeuba Kabupaten Morowali dideklarasikan pada 25 Juli 2025,” ujarnya.
Puluhan peserta dari berbagai unit kerja/komisariat anggota FSB Nikeuba di Morowali mengikuti kegiatan tersebut. Materi disampaikan oleh pemateri internal federasi dan praktisi hukum ketenagakerjaan.
Melalui kegiatan ini, FSB Nikeuba Morowali berharap Mayday 2026 menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan meningkatkan kualitas advokasi buruh di wilayah industri.

(***)






