Vaksinasi Covid-19 Anak Perdana Di Kecamatan Donri-Donri Melampui Target Hingga 97 %

oleh -97 views

SOPPENG, RRN- Pelaksanaan Vaksin covid -19 bagi anak usia 6-11 tahun yang baru saja dilaksanakan oleh Pemerintah Kabup aten Soppeng yang secara serentak dilaksa nakan dimasing-masing kecamatan selama delapan belas hari yang dimulai dari tanggal 11 hingga tanggal 28 Januari 2022.

Koordinator Wilayah UPTD Pendidikan Kecamatan Donri-Donri yang juga Kepala SDN. 35 Tajuncu Kabupaten Soppeng Naharis, S.Pd ketika ditemui awak media Merpos yang juga Wartawan online Radarreportasenew.com diruang kerjanya, Kamis (03/2/2022) menyatakan bahwa pelaksanaan vaksinasi Covid-19 perdana pada anak usia 6 hingga 11 tahun di Wilayah UPTD Pendidikan kecamatan Donri-Donri dari 28 Sekolah dengan jumlah murid sebanyak 2043 orang.

Dan berhasil divaksin sebanyak 1906 murid, jadi hanya tersisa 137 orang yang belum divaksin, berarti sudah mencapai 97 %, yang artinya melampaui target dari Pemerintah kabupaten Soppeng, dari jumlah murid yang tersisa belum divaksin ada beberapa kendala diantaranya ketika pada saat pelaksanaan Vaksin mereka tidak hadir, ada juga yang sakit dan bahkan ada orang tuanya yang menolak untuk divaksin anaknya.

“Alhamdulillah, dari pencapaian melibihi target karena respon orang tua sangat besar dan antusias mendukung dan mengan kan anaknya untuk disuntik vaksin Covid-19 perdana di setiap sekolahnya masing-masing ,karena ini termasuk pemenuhan prasyarat sekolah tatap muka terbatas yang telah berlangsung.

Menurutnya bahwa dari 137 murid yang belum divaksin lebih banyak yang tidak hadir dan yang sakit sekitar 60% dibandingkan yang menolak hanya sekitar 5-8% sehingga bagi yang tidak hadir belum tentu tidak mau divaksin begitu pula yang masih dalam keadaan sakit pihak dari dinas kesehatan memberikan perawatan agar yang bersangkutan benar-benar sehat lalu diberikan vaksin dan bagi yang menolak orang tuanya itu hak mereka dan kita serahkan kepada pemerintah desanya masing-masing untuk memberikan pembinaan.

Naharis juga menyampaikan kepada kepala sekolah yang ada dikecamatan Donri-donri bahwa bagi orang tua murid yang menolak divaksin anaknya agar tidak melakukan intimidasi atau pengancaman tidak mengikuti pelajaran atau semacam nya ,itu hak mereka serahkan saja kepemerintahan Desa untuk memberikan nasehat atau bimbingan,”ujarnya.

(Gazali Rasyid/RRN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *