Tim Pengabdi Pusat UNM Mengadakan Pelatihan Kepada Guru Berbasis HOTS

oleh -88 views

GOWA, RRN – – Tim Pelaksana Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan pelatihan kepada Guru-guru SMAN 5 Tinggi Moncong Kabupaten Gowa dengan topik peningkatan profesionalisme guru melalui pelatihan penyusunan asesmen berbasis HOTS.

Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini diikuti oleh 20 orang guru dari berbagai mata pelajaran di SMAN 5 Gowa secara Blended yaitu Luring dan Daring yang berlangsung selama kurang lebih 1 bulan.

Pelaksanaan kegiatan secara luring dimulai dari penyiapan materi dan koordinasi dengan mitra. Sedangkan penjelasan materi pelatihan, pembimbingan, dan penguatan pengabdi terkait tugas produk yang diberikan kepada guru dilaksanakan secara daring.

Pembukaan PKM secara virtual dilaksanakan pada tanggal 5-6 September 2020 oleh Dekan FMIPA UNM, Bapak Drs. Suwardi Annas, Ph.D. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua LP2M UNM dalam hal ini diwakili oleh Ibu Dr. Syamsidah, M.Pd,  Ketua Jurusan Kimia Bapak Dr. Muhammad Anwar, M.Si beserta dosen-dosen kimia dan Kepala Sekolah SMAN 5 Tinggi Moncong Bapak Sudarman, S.Pd, M.Pd, M.M.  beserta guru-guru dan siswa SMAN 5 Tinggi Moncong Kabupaten Gowa.

Dr. Jusniar, S.Pd,  M.Pd selaku ketua pelaksana PKM menjelaskan, pelatihan ini bertujuan sebagai ajang sharing dan pengembangan profesionalisme baik untuk dosen sebagai pengabdi maupun guru sebagai masyarakat mitra.

” Kegiatan pengabdian ini merupakan perwujudan Darma ketiga dari Tridarma Perguruan Tinggi yang secara khusus bermitra dengan guru-guru di SMAN 5 Gowa dalam upaya meningkatkan kemampuan dan keterampilan menyusun asesmen berbasis HOTS (Higher Other Thinking Skill). ” Ujarnya

Hal ini penting mengingat pada abad 21 diharapkan peserta didik sebagai out put memiliki skill 4C (Communication, Collaboration, Critical thinking, dan Creative thinking). Keterampilan ini tentunya harus dilatihkan.

” Salah satunya adalah dengan membiasakan pemberian asesmen berupa soal-soal yang kaya dengan stimulasi untuk membentuk kebiasaan membaca dan bernalar. ” Jelasnya

Lebih lanju Ketua Pengabdi mengemukakan, bahwa untuk menghasilkan peserta didik yang memiliki skill 4C tentu harus didukung dengan proses pembelajaran inovatif yang melibat aktifkan siswa.

” SMAN 5 Gowa sebagai sekolah unggulan sangat potensial dalam hal ini karena didukung oleh peserta didik yang memiliki kemampuan diatas rata-rata dan sarana prasarana yang lengkap. ” Ungkapnya

Sementara itu anggota pengabdi Ahmad Fudael Madjid, S.Pd, M.Si menjelaskan bahwa untuk sampai pada tingkatan berpikir HOTS, tentunya siswa melewati tahapan berpikir LOTS terlebih dahulu mulai dari remembering, understanding, application.

” Ketiga tingkatan berpikir ini sangat mendukung terbentuknya kemampuan analizing, evaluating, dan creating. Kemampuan ini dapat terwujud dengan seringnya peserta didik dilibatkan dalam kegiatan pemecahan masalah (problem solving) di kelas. ” Cetus anggota pengabdi.

(Hardin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *