TIM Dosen PKM Jurusan Kimia FMIPA UNM, Melatih Ibu-Ibu PKK Mengolah Limbah Air Kelapa Dan Kulit Pisang Menjadi Cuka Dan Etanol

PINRANG, RRN—PKM ini dilakukan secara bersama-sama dari sejumlah penerima PNBP Pengabdian yang berasal dari Dosen Jurusan Kimia FMIPA UNM yang dibiayai oleh LPPM UNM.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bapak Rektor UNM yang dalam hal ini diwakili oleh Bapak WR I UNM Prof. Dr. rer. nat.H.Muharram, M.Si. dan juga dihadiri oleh Pimpinan Fakultas yaitu Ibu WD2 Dra. Hj. Sumiati Side, MSi. Bersama para Pimpinan Jurusan diantaranya Ketua Jurusan Kimia Bapak Drs. Muhammad Anwar, MSi serta yang lainnya.

Kemudian dari pihak Pemerintah di Kec. Patampanua hadir diantaranya Kepala Lurah Tonyamang yang diwakili oleh Bapak Tulisi Parampai, Kepala SMKN 3 Pinrang Bapak Drs. La Tuwo, Kepala Cabang Dinas Wilayah X Dinas Pendidikan Sulsel serta sejumlah Ibu-ibu PKK dan Petani serta para guru guru Kimia SMK/SMA se-Kabupaten Pinrang.

Acara Pembukaan dari kegiatan ini disambut dengan beberapa kata sambutan baik dari pihak Pemda Kec.Patampanua yang diwakili oleh Kepala Sub Cabang Dinas Kabupaten Pinrang maupun dari pihak UNM, dimana dalam acara ini dimeriahkan dengan acara tarian dari kelompok siswa SMKN 3 Pinrang yaitu Tari Padduppa.

Kegiatan PKM Masyarakat Petani Kelapa dan Ibu-ibu PKK Kelurahan Tonyamang Kec. Patampanua Kabupaten Pinrang dapat terselenggara atas kerja sama semua pihak. Luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat menjadi terampil dalam membuat etanol dan cuka makan dari limbah air kelapa, selain hal tersebut limbah lainnya dapat dimanfaatkan adalah menggunakan limbah kulit pisang.

Masyarakat cukup antusias dalam mengikuti kegiatan ini berupa banyaknya yang hadir dan ikut memperhatikan demonstrasi pembuatan etanol dan cuka makan baik dari limbah air kelapa maupun limbah kulit pisang.

Pada kegiatan tersebut juga dilakukan oleh sejumlah Ketua Pengabdi lainnya. Adapun yang menjadi tim pengabdi dari kegiatan dalam Pembuatan Etanol dan Cuka makan dari limbah air kelapa adalah Bapak Dr. Muhammad Syahrir, M.Si sebagai ketua dan Ibu Dr. Netti Herawati, SPd., MSi dan Bapak Drs. H. Muhammad Yunus, MSi sebagai anggota serta dibantu oleh Laboran Lab. Kimia FMIPA UNM (Akmal,S.Si).

Kelurahan Tonyamang Kecamatan Patampanua Kab. Pinrang sebagian besar terletak di pesisir pantai, sehingga kaya dengan tanaman-tanaman umumnya kelapa dan pisang. Pada umumnya buah pisang dijual kepasaran terutama bagi konsumen yang kegiatan sehari-harinya menjual pisang goring atau kue-kue serta Ibu-Ibu rumah tangga. Hasil samping dari buah kelapa tersebut adalah air limbahnya hanya dibuang begitu saja sehingga dapat mengakibatkan pencemaran di wilayah setempat.

Limbah air kelapa tersebut jika diolah secara professional dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat setempat. Salah satu cara untuk melakukan pengolahan terhadap limbah air kelapa adalah yang bermanfaat berupa etanol dan cuka makan.

Pohon kelapa memiliki daerah penyebaran meliputi daerah tropis Asia Tenggara khususnya Malaysia dan Indonesia bahkan menyebar kepenjuru dunia antara lain kepulauan Fasifik, India, Amerika dan Cina. Cuka makan dapat dibuat dengan berbagai cara antara lain yaitu dengan cara fermentasi dari suatu bahan yang mengandung gula. Fermentasi ini menggunakan bakteri Acetobacter sp.

Proses pembuatan asam cuka dengan cara fermentasi mengalami dua proses yaitu dari gula menjadi alcohol dimana prosesnya adalah anaerob (tidak memerlukan udara oksigen) dan selanjutnya dari alcohol dioksidasi menjadi asam cuka memerlukan proses aerob (memerlukan udara oksigen).

Limbah Air kelapa merupakan bahan yang mengandung gula sehingga dapat difermentasikan menjadi suatu alkohol yang selanjutnya melalui oksidasi akan dihasilkan asam cuka yang dikenal sebagai cuka makan. Cuka makan merupakan penyebab rasa asam pada makanan misalnya acar, bakso, dan sambal. Cuka makan dapat pula digunakan untuk proses pencucian ikan laut untu kmenghilangkan bau amis.

Sedangkan etanol merupakan bahan yang dapat digunakan sebagai anti septis, kegiatan praktikum dan penelitian di laboratorium dan lain-lain.

Tim PKM Universitas Negeri Makassar bersama dengan pemerintah setempat bersepakat untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat petani kelapa dan Ibu-Ibu PKK tentang bagaimana mengolah limbah air kelapa dan kulit pisang menjadi bahan kimia bermanfaat berupa etanol dan cuka makan.

Secara umum tujuan yang ingin dicapai dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada anggota masyarakat pedesaan khususnya pada masyarakat petani kelapa dalam hal pengolahan limbah air kelapa menjadi cuka makan dan etanol. Secara khusus, peserta pelatihan diharapkan :
Memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam membuat cuka makan dan etanol
Memiliki motivasi dalam upaya membuka lapangan kerja dalam bidang pembuatan cuka makan Dan etanol
Berdasarkan evaluasi dan hasil yang dicapai kelompok mitra pembuat asam cuka dan etanol pada kegiatan PKM ini adalah:
Minat dan motivasi anggota kelompok mitra petani kelapa pembuat asam cuka dan etanol cukup tinggi dengan sangat berantusias dalam mengikuti pelatihan. Persentasi kehadiran anggota kelompok petani pisang rata-rata 85%. Kehadiran peserta kelompok mitra di Kelurahan Tonyamang Kec. Patampanua Kab. Pinrang menunjukkan kesungguhan mereka untuk dibina dan bekerjasama melalui kegiatan PKM ini.

Motivasi dan semangat kerjasama dalam kelompok petani kelapa ini menjadi modal untuk menjadikan kelompok petani kelapa lebih maju dan kreatif. Ketidak hadiran mereka semata-mata karena ada kegiatan anggota yang terpaksa, karena ada kegiatan lain yang tidak bias mereka tinggalkan.

Peserta memperoleh pengetahuan tentang teknik dan prosedur serta analisis kualitas asam cuka dan etanol dari limbah kulit pisang, Tim PKM memberikan pengetahuan kepada kelompok mitra petani pisang dan ibu-ibu PKK dalam hal merancang teknik dan prosedur yang lebih kreatif dan inovatif sehingga lebih diminati oleh konsumen. Salah satu alternative memilih teknik adalah teknik fermentasi dan destilasi.

Anggota kelompok mitra pembuat asam cuka dan etanol dari limbah air kelapa dapat memahami bagaimana merancang dan mengerjakan teknik dan prosedur yang ditawarkan.
Peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan menggunakan peralatan.

Bertambahnya pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok petani kelapa dan ibu-ibu PKK di Kelurahan Tonyamang Kec. Patampanua Kab.Pinrang dengan teknik fermentasi dan destilasi berdampak pada meningkatnya produktivitas mereka, kualitas semakin baik dan lebih diminati oleh konsumen.

(Hardin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *