Tentang Piagam, Untuk 3 Pengurus HIPAKAD Parepare, Masih Diperbincangkan. Otto Angkat Bicara

LUWU, RRN – Pengurus Cabang HIPAKAD Luwu sangat menyesalkan alias kecewa dan mempertanyakan okmum penerima penghargaan, ‘Bintang Lima’, (begitu sebutan orang) yang diberikan kepada 3 (tiga) orang Pengurus DPC HIPAKAD Kota Parepare, pekan lalu, Senin 18 Agustus 2025, di Toraja Utara (Torut).

Bahkan, diantara sesama Pengurus DPC HIPAKAD Parepare protes keras ketiga rekanya itu dapat piagam, hingga berteriak di ruang gedung, yang tengah berlangsung kegiatan Penyerahan Piagam Bintang Lima itu, oleh Ketua PPAD Sulsel Andi Baso Amirullah, pada HUT PPAD ke-22, di Gedung Pongtiku Kodim 1414/Tator.

Bacaan Lainnya

Menanggapi kericuhan itu, juga sejumlah DPC – DPC kecewa. Dengan suara lantang diantaranya, Pengurus Cabang sangat kecewa Sekretaris DPC HIPAKAD Luwu, Elef Oktovianus angkat bicara dalam masalah itu, yang mana kegiatan itu, menimbulkan permasalahan baru di Sulawesi Selatan,” ungkap Sekcab Luwu.

Dikatakan Otto, bahwa, yang layak diberi Piagam tersebut adalah orang yang berjasa atau berprestasi, agar tidak terjadi polemik dan perbincangan sesama Anak TNI -AD, tegasnya.

Misalnya yang layak dapat Penghargaan, tapi bukan Bintang Lima itu, seperti Toraja Utara, mengingat tahun 2022 Pengurus Cabang HIPAKAD Torut bersama Kodim1414/Tator melaksanakan kegiatan Vaksinasi Covid-19, dalam hal ini di wakili Bendaharanya, berkoordinasi dengan Pengurus Cabang Luwu dan Pengurus Cabang Enrekang, bisa berkumpul untuk hadir pada kegiatan itu, beber Oktovianus.

Kalau DPC Parepare yang dipimpin Anwar Wahid apa yang sudah dilakukan selaku Ketua, ini belum setahun dia jabat, kok apa jasa dan prestasinya. Juga Andi Barata Syam (Wakil Ketua 1) dan Hj.Hadjerah Sumba (Bendahara). Ketiganya itu, layakkah mendapat Penghargaan, siapa memberi siapa?, hingga menjadi pertanyaan besar, mengapa Suryani Amiruddin (Sekretaris) tidak keciprat, hingga Penghargaan jadi kericuhan dan Ketertawaan Bintang Lima, polos Otto.

Dipaparkan Otto bahwa, ulah oknum membuat semakin gaduh Hipakad Sulsel, terkait dengan 3 orang saya menganggap mereka hanya ingin dipuji dan dihormati, tapi tak berdasar, lontar Sekretaris Luwu, sembari mengatakan bahwa, pemberian Bintang Lima itu untuk Anwar Wahid, A.Barata, Hj Hadjerah, konon kabarnya Ketua DPD Sulsel, Orva Frans Karangan, tidak tau-menahu.

Ingat bahwa Organisasi Hipakad di Sulawesi Selatan tumbuh dan besar sejak tahun 2021, bukan mereka yang membentuk. Dia itu adalah orang yang baru tahu tentang organisasi Hipakad, pertama terbentuk di Parepare, yang di Nakhodai Samsuddin Siman dan pelanjut lainnya. (Sumber SekCab HIPAKAD Luwu, Elef Oktovianus)

(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *