SMPN 22 Bombana Butuh 3 RKB Dan Aula

oleh -67 views

BOMBANA, RRN – I Ketut Sukarena sudah cukup lama memimpin SMP 22 Bombana yang terletak di Desa Anugerah, Kec. Lantari Jaya, Kab. Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ditugaskan tanggal 8 Oktober 2015, sekolah tersebut belum terakreditasi. Dengan kondisi ruang belajar yang masih sederhana (dinding papan-red), sekolah ini benar-benar memprihatinkan.

Namun baru beberapa bulan ditugaskan, tepatnya bulan April 2016 sekolah ini mendapatkan Akreditasi C, hanya untuk sekedar dapat menanda tangani ijazah.

Tapi hebatnya, Desember 2021 SMPN 22 Bombana sudah mendapatkan Akreditasi A dengan Nilai 91 atau masuk dalam Kategori Unggul.

Berbicara soal prestasi murid-muridnya, sekolah ini juga tidak kalah dengan SMP-SMP yang lain yang berada di dalam wilayah Kab. Bombana.

Pada ajang PORSENI Tingkat Kabupaten Tahun 2017, Nova salah satu muridnya adalah merupakan peraih Juara I Lomba Lari 100 Meter Putri dan mewakili Kab. Bombana untuk berlomba pada ajang selanjutnya di tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.

Prestasi selanjutnya adalah Juara I Lomba Seni Tradisional yaitu Lomba Engran Tingkat Kabupaten yang diselenggarakan di depan Kantor Dinas Diknas Kab. Bombana.

Kembali berbicara soal fasilitas, SMP 22 Bombana kini telah memiliki ruang kelas yang sudah terganti dengan gedung karena mendapatkan bantuan Dana DAK pada Tahun 2019.

Ketut Sukarena selanjutnya memaparkan bahwa dengan jumlah siswa 271 yang tersebar dalam 9 rombel, sekolah ini kini telah memiliki RKB yang sudah memadai, tapi ada hal yang menjadi kebutuhan mereka yang sangat urgen yaitu:
1. Laboratorium TIK (Tekhnologi Informasi dan Komputer)
2. Ruang Kelas Belajar (RKB)
3. Aula

“Kami sangat membutuhkan 3 RKB lagi. Pada penerimaan siswa baru Tahun 2022 kemarin, kami terpaksa melakukan seleksi penerimaan siswa baru karena jumlah pendaftar jauh lebih banyak dibandingkan ketersediaan RKB yang ada,” ujar Ketut Krena, panggilan sehari-hari beliau, Jum’at (25/11/2022)

“Dari 114 orang calon siswa yang mendaftar, terpaksa kami melepaskan 18 siswa yang tidak lulus seleksi. Hanya 96 siswa yang kami terima setelah melewati berbagai seleksi ketat termasuk seleksi baca tulis Al-Qur’an bagi calon siswa Muslim,” tutupnya.

(Arifin, SE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *