LUTIM, RRN – Sebuah rumah perkebunan milik Ansar Hamzah, petani lada di Desa Karebbe, Malili, dibobol maling dalam rentang waktu antara Jumat hingga Minggu (22–24/8/2026).
Aksi itilu baru diketahui Ansar pada Senin pagi (25/8/2026), ketika ia kembali ke rumah kebunnya, setelah sebelumnya berada di rumah kediaman istrinya di wilayah Towuti.
Setibanya di lokasi, Ansar mendapati kondisi rumah sudah dalam keadaan berantakan. Sejumlah jendela yang sebelumnya tertutup juga ditemukan dalam kondisi terbuka.
Kecurigaan semakin kuat setelah Ansar memeriksa bagian dalam rumah. Sejumlah barang miliknya yang biasa tersimpan di rumah dalam kondisi rapi telah hilang.
Ia lalu menghubungi salah seorang anaknya untuk memberitahukan kejadian itu, sebelum selanjutnya melaporkannya kepada pihak berwajib.
Anak korban, Irma Suriyani, mengatakan sejumlah barang berharga turut dibawa oleh pelaku. Di antaranya sertifikat tanah, BPKB mobil, sepeda motor, serta sejumlah barang berharga lainnya yang berada di atas rumah hingga di dalam lemari.
“Motor, sertifikat tanah, BPKB mobil sama banyak barang-barang di kebun na ambil,” kata Irma.
Kondisi rumah setelah kejadian juga menunjukkan adanya aktivitas yang diduga dilakukan pelaku selama berada di lokasi.
Dari pemeriksaan keluarga, ditemukan indikasi bila pelaku tidak hanya mengambil barang. Mereka diduga sempat menggunakan fasilitas rumah, termasuk memasak dan mengonsumsi makanan serta minuman yang tersedia.
“Cuma televisi tidak na ambil ji. Mana sempat tong pa lagi memasak, makan, minum kopi, bikin jus alpukat,” ujar Irma.
Saat membagikan rekaman video dari lokasi, kondisi dapur yang terekam memperlihatkan sejumlah peralatan dan bahan makanan masih berada di lokasi.
Pada bagian lain rumah, lemari dan sejumlah ruang penyimpanan tampak telah diperiksa atau dibongkar.
Keluarga menduga pelaku memiliki cukup banyak waktu berada di dalam rumah. Dugaannya didasarkan pada kondisi rumah dan adanya bekas aktivitas memasak hingga konsumsi jus alpukat yang tidak praktis dibuat.
Hanya saja, hingga berita disusun, belum diketahui secara pasti kapan pelaku masuk dan berapa orang yang terlibat dalam aksi pencurian itu.
Nilai kerugian akibat kejadian juga belum diketahui secara keseluruhan. Keluarga masih melakukan pendataan terhadap barang-barang yang hilang, sementara kasus ini telah diinformasikan kepada pihak berwajib untuk proses lebih lanjut.
Keluarga berharap penyelidikan dapat mengungkap pelaku sekaligus memastikan bagaimana mereka dapat masuk ke rumah kebun yang berada di kawasan perkebunan cukup jauh.
(***)






