Polres Tolitoli Amankan Ratusan Karung Material Ilegal Hasil Tangkapan Warga

oleh -345 views

TOLITOLI, RRN – Gerak cepat dari kasat Reskrim polres Tolitoli Iptu Rijal berhasil hindarkan bentrokan antar masyarakat di Desa Oyom Kecamatan Lampasio Kabupaten Tolitoli Sulawesi tengah.

Puluhan warga dengan senjata berupa parang bersiaga untuk menjaga material tambang ilegal hasil tangkapannya yang akan diambil paksa oleh pelaku penambangan ilegal, meterial tersebut sebelumnya diamankan oleh warga desa oyom pada selasa dinihari sekitar pukul 00.30 tanggal 23/11/2021.

Menurut Ahmad Pombang, selaku pimpinan aksi massa , masyarakat mengambil tindakan menahan batu tersebut karena sudah ada 3 truk atau setara dengan 24 ton material tambang ilegal yg dibawa ke palu tanpa ada penindakan dari aparat penegak hukum.
Menurutnya, warga sudah melaporkan hal ini ke petugas kehutanan setempat dan petugas tersebut mengakui sudah menyampakan hal ini ke pimpinannya, namun belum ada tindakan sama sekali.

” Sesuai ketentuan Undang-undang, masyarakat berhak mengambil langkah tertentu untuk menjaga dan melindungi kelestarian hutan, itulah sebabnya kami mengambil tindakan sendiri karena material tersebut sudah ditambang secara ilegal, dari lokasi hutan lindung yg dirusak dan dikelola secara ilegal pula”, lanjutnya.

Irsyad, warga desa oyom yg ikut dalam aksi massa untuk menahan material ilegal berupa batu tembaga yang dikemas dalam karung plastik berukuran rata-rata 50 kg mengungkapkan bahwa situasi malam itu sangat mencekam, “kami berjumlah sekitar tiga puluhan orang, masing masing telah menyiapkan diri untuk menghentikan siapapun yang akan mengambil kembali material yg kami tahan , karena mereka bilang hancur kalau mau hancur maka kami segera menyiapkan diri untuk itu, untung saja pak kasat reskrim segera datang dan mengambil keputusan untuk bawa batu tembaga itu ke polres, kalau tidak pasti torang so baku sapu”ujarnya.

Hasil konfirmasi ke UPT KPH Gunung Dako Toli-toli, melalui koordinator Polhut, Syahbana, diketahui bahwa segera setelah proses pengamanan material oleh warga, Kepala Desa Oyom Alim Unde mendatangi KPH Gunung Dako untuk menyampaikan pengamanan batu itu sekaligus meminta untuk dilaksanakan patroli di kawasan hutan lokasi penambangan ilegal tersebut.

“Pagi hari setelah pengamanan material Tambang ilegal itu, kades oyom datang ke kantor kami, beliau laporkan bahwa ada material yg ditahan warganya, beliau juga minta dilakukan patroli dikawasan hutan desa Oyom dan dilakukan RDP di DPRD ujarnya.

Kalau menyangkut material yang sudah dibawa ke polres, itu tidak masalah karena memang polres memiliki kewenangan itu, sebelumnya kami menunggu keputusan warga yang menahan material itu, kalau dibawa ke KPH Gunung Dako kami sangat bersedia untuk menindak lanjuti, namun kami menghormati keputusan warga untuk menyerahkan penyelesaian persoalan ini ke Polres Tolitoli ujar Syahbana, koordinator Polhut KPH Gunung Dako Toli-toli (25/11/2021).

Sebelumnya persoalan penambangan Ilegal ini sudah marak di bahas di media sosial, dan pihak KPH Gunung Dako membantah jika ada pembiaran terkait hal tersebut.

Kasubag Humas Polres Tolitoli Iptu Anshari Tollah ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa sampai saat ini material tersbut belum tiba dipolres.
“Belum, belum pak, sy cek belum ada di Polres, mungkin masih dititip di Polsek, tapi saya akan konfirmasi dulu ke kasat Reskrim” ujarnya.

Menurut salah satu sumber di Polsek Lampasio diketahui bahwa batu tersebut benar ada dipolsek dan akan digeser ke Polres Tolitoli siang nanti.

Kapolsek Lampasio Ipda Herul tidak dapat dikonfirmasi karena yang bersangkutan berada diluar daerah dan tidak mengangkat teleponnya ketika dihubungi.

(Marawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *