KONAWE UTARA, RRN—Sebagai desa yang terkena dampak bajir bandang terberat di Kabupaten Konawe Utara Juni 2019 lalu, warga Desa Puusuli, Kec. Andowia, Kab. Konawe Utara sampai saat ini masih mendiami Huntara (Hunian Sementara) dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.
Mendiami barak-barak pengungsian yang serba berdempetan, tentu saja hawa udaranya sangat panas di siang hari, apa lagi dengan jumlah penduduk yang cukup padat yaitu sekitar 118 KK dengan kurang lebih 450 jiwa tersebut.
Kondisi ini diperparah dengan sanitasi yang tidak berfungsi maksimal karena lobang septitanknya sudah penuh oleh limbah manusia. Pengerjaan WC yang terkesan asal-asalan tersebut tentu saja tidak dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Terpaksa kami harus membuat WC dengan biaya sendiri karena WC bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah Konut sudah tidak berfungsi. Sepitengnya penuh, pipanya juga tersumbat”, kata Sudin, Kades Puusuli yang dilantik pada 23 Januari 2020 tersebut.
Desa yang sudah diporak-porandakan banjir bandang Tahun 2019 lalu itu belum bisa membangun sarana dan prasarana desa karena warganya masih berdiam di Huntara atau hunian sementara. Sehingga Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 lalu itu hanya praktis untuk membantu warga dari sisi penguatan ekonomi berupa bantuan ternak Bibit Sapi dan Kambing serta kegiatan pemberdayaan lainnya seperti Pembelian Lemari dan Alat Rumah Tangga lainnya.
Dari Rp 895.794.000 pagu Dana Desa yang dikucurkan pemerintah pusat tahun 2020, penjabaran penggunaannya antara lain adalah:
1. Pengadaan Bibit Sapi dan Kambing: Rp 372.750.000,-
2. Penanggulangan Bencana Banjir, berupa Pembelian Lemari dan Alat Rumah Tangga Lainnya: Rp 162.814.000,-
3. Pengadaan Tenda untuk Kamp. Penampungan: Rp 83.430.000,-
4. Pemberian BLT DD untuk 52 KPM (Keluarga Penerima Manfaat): Rp 187.200.000,-
5. Dan Lain-lain
(ARIFIN, SE)






