Integritas Menuju WBK Dan WBBM, Kapolda: Implementasi Dan Komitmen

oleh -506 views

MAKASSAR, RRN – – Kapolda Sulsel Irjen. Pol. Drs. H. Merdisyam, M.Si., menyaksikan penanda tanganan pencanangan pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM Dit Intelkam, Dit Lantas dan Dit Reskrimsus Polda Sulsel. Kegiatan digelar Senin, 15 Maret, 2021, di Mapolda Sulsel.

Selain Kapolda Sulsel, turut hadir Wakapolda Sulsel, Irwasda Sulsel, Para pejabat Utama Polda Sulsel, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulsel Subhan, ST., MH., Irwasda Polda Sulsel KBP Andi Pairan, S.IK M.S.M, Sekretaris PWI Sulsel Aji Daswar Raksul, WD3 FISIP UNHAS Dr. Hasrullah MA.

Dalam kegiatan tersebut, Dir Intelkam, Dir Lantas dan Dir Reskrimsus membacakan Deklarasi Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), dilanjutkan dengan penandatanganan bersama para Kasubdit dan Stakeholder yang disaksikan oleh Kapolda dan Wakapolda Sulsel.

Merdisyam, M.Si., Kapolda Sulsel, mengatakan, deklarasi ini merupakan langkah awal dalam rangka implementasi dan komitmen yang kuat untuk mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

” Implementasi dan komitmen yang kuat untuk mewujudkan WBK dan WBBM, ” Ujar Kapolda Sulsel.

Dia Kapolda Sulsel, agar para Kasatker dan Kasatwil penyelenggara layanan publik, untuk memperhatikan dan menindaklanjuti hal-hal terkait upaya dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik di wilayah masing-masing.

” Para Kasatker dan Kasatwil penyelenggara layanan publik, memperhatikan peningkatan kualitas pelayanan publik di wilayah masing-masing, “Jelasnya.

Kemudian, Merdisyam, mengungkapkan, melakukan evaluasi terhadap aspek-aspek sangat penting dalam pelayanan yaitu standar pelayanan, survei kepuasan masyarakat, reward dan punishment terhadap kinerja personil, sarana dan prasarana ruang pelayanan, pengelolaan pengaduan dan inovasi pelayanan publik.

” Standar pelayanan, survei kepuasan masyarakat, reward dan punishment terhadap kinerja personil, ” Ungkap Merdisyam

Merdisyam menambahkan, dalam pelaksanaan tugas pelayanan turut melibatkan stakeholder dan masyarakat, tidak membeda-bedakan pelayanan, memberikan punishment kepada personel unit pelayanan yang melakukan penyimpangan, pelanggaran hukum dan kode etik kepolisian.

” Dia pun akan memberikan penghargaan kepada personel yang berprestasi, guna mengapresiasi kinerja personel dalam memberikan pelayanan, ” Imbuhnya.

Sementara itu Kepala Ombudsman RI perwakilan Sulsel Subhan, ST., MH, mengatakan hari ini kita mencanangkan pembangunan zona integritas di tiga Direktorat Polda Sulsel.

” Di tiga Direktorat Polda Sulsel. kami di Ombudsman selalu melakukan kerja sama dengan Polri, ” Ujarnya.

Lanjutnya, Polri merupakan lembaga paling responsif dalam penanganan masalah, di Polda Sulsel ada dua Polres yang telah mencapai WBK.

” Di Polda Sulsel ada dua Polres yang telah mencapai WBK yaitu, Polres Gowa dan Polres Tana Toraja, ” Imbuh Subhan.

Masih menurutnya, Polsek maupun Polres, menjadi tempat pelaporan masyarakat yang terbanyak. Masyarakat dalam melakukan pelaporan tidak semuanya mengerti teknologi.

” Oleh karena itu, mari kita melakukan bimtek agar masyarakat lebih mengerti teknologi, ” Pungkas Subhan, kepala ombudsman RI perwakilan sulsel.

Dalamn kegiatan tersebut diakhiri dengan penampilan Yel Yel dari Dit Intelkam, Dit Lantas dan Dit Reskrimsus.

Rls/By

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *