ENREKANG, RRN – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Enrekang) menggelar aksi orasi di depan Kantor DPRD Enrekang, Selasa (2/10/2025) sekitar pukul 13.30 WITA.
Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian yang dipimpin langsung Kapolres Enrekang, AKBP Hari Budiyanto, bersama personel Satpol PP Enrekang.
Dalam orasinya, mahasiswa secara bergantian menyampaikan kritik terkait persoalan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Enrekang. Mereka menuntut kejelasan strategi Pemerintah Daerah dalam meningkatkan PAD agar pembangunan daerah berjalan lebih optimal.
Sebagai bentuk simbol perlawanan, mahasiswa juga membakar ban mobil di depan Kantor DPRD Enrekang. Tindakan ini dimaknai sebagai protes keras terhadap lambannya langkah pemerintah dalam mencari solusi peningkatan PAD.
Salah satu orator menegaskan bahwa aksi tersebut bukan untuk kepentingan kelompok tertentu, melainkan suara bersama masyarakat Enrekang.
“Orasi kami bukan untuk pribadi, tapi untuk kita semua. Pertanyaan kami sederhana, bagaimana PAD Enrekang bisa bertambah?” tegasnya.
Pertanyaan mahasiswa kemudian ditujukan kepada anggota DPRD Enrekang melalui Wakil Ketua DPRD Enrekang, Idris Sadik. Menanggapi hal itu, Idris Sadik menekankan bahwa pihak legislatif bersama Pemda telah memasukkan program peningkatan PAD dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).
“Kami sudah merencanakan strategi peningkatan PAD melalui RPJMD. Harapannya, dalam lima tahun ke depan Pendapatan Asli Daerah Enrekang bisa bertambah signifikan,” jelas Idris Sadik.
Aksi IMM ini berlangsung tertib hingga selesai, meski sempat diwarnai pembakaran ban. Aparat Polres Enrekang bersama Satpol PP tetap siaga mengawal jalannya orasi demi menjaga situasi tetap kondusif.

(Kasdi)






