Diduga Bangunan Liar, Teguran Lurah Ujung Lare Tidak Digubris

oleh -396 views

PARE PARE, RRN – – Terkait surat Arawiah, ke Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan Kota Pare Pare, yang merasa dirugikan atas adanya aktivitas diatas tanah miliknya di Jalan Sawi Utara Kecamatan Soreang Kota Pare Pare, disikapi pemerintah setempat dalam hal ini Lurah Ujung Lare.

Pasalnya dari kronologi, terungkap bahwa Legalitas Kepemilikan Areal Tanah tersebut, dalam proses sengketa yang kasusnya masih bergulir di Polres Pare Pare atas dugaan penipuan yang di lakukan oleh anak kandung Arawiah sendiri yang berinisial L, yang telah melakukan penjualan secara sepihak tanpa izin dari Arawiah, selaku pemilik sah lokasi tersebut. Yang kejadiannya terjadi, sekitar bulan juli  2019.

Dalam keterangan Arawiah juga mengungkapkan bahwa, sangat menyesalkan pihak pemerintah  tidak melakukan teguran kepada yang bersangkutan, padahal mereka mengetahui bahwa lokasi tersebut masih tahap proses dipihak Kepolisian atas keberatan saya, karena merasa dirugikan. ” Ungkap Arawiah.

Dari data yang dihimpun wartawan media ini, ditemukan kwitansi Tanda Terima Uang Senilai Rp. 65.000,000,-(enam puluh lima juta rupiah) yang dibubuhi cap jempol Arawiah sendiri.

Namun dalam keteranganya, kembali lagi Arawiah, menyangkali bahwa Lokasi tersebut telah dijual kepada Wennti Anggrain, dan tidak pernah merasa membubuhkan cap jempol sesuai yang ada di kwitansi pembelian tersebut. ” Ucapnya

Ditambahkan Arawiah, bahwa awalnya anak saya yang berinisial “L” memang  menyampaikan ke saya, waktu minta sertifikat hak milik tapi hanya beralasan untuk pengurusan PBB saja.

Waktu itu saya memang ada jempol, tapi bukan kwitansi. Hanya berupah kertas selembar saja. Bukan kwitansi sebagaimana yang diperlihatkan ke saya, dan kalaupun itu terjual, uangnya dimana karena sepeserpun saya tidak memilikinya ” Kata Arawiah

Terkait hal tersebut Lurah Ujung Lare ketika dikonfirmasi Via Whastap, mengatakan sudah melakukan teguran kepada yang bersangkutan.

Namun tidak digubris dan tetap melanjutkan kegiatannya, dengan berdalih telah memiliki Surat Izin Bangunan (IMB), hingga aktivitas tersebut terus berjalan. ” Cetus Lurah Ujung Lare.

Ditempat terpisah anak Kandung Arawiah, Lelaki Muharram, juga menyikapi secara tegas dengan mengatakan terlepas dari dugaan Bangunan tersebut tidak berizin, lokasi tersebut masih dalam proses hukum di Polres Pare Pare.

Dan itu hal sangat fatal bila, pemerintah tidak menyikapinya dengan tegas atas wujud keberatan nya orang tua saya, terkait perbuatan saudara sendiri. ” Jelas Muharram

Jadi apapun alasannya, tidak dibenarkan ada aktivitas yang berlangsung selama proses itu tidak terselesaikan. ” Dan semua pihak merasa tidak ada yang dirugikan. ” Pungkas Muharram ke media ini. Selasa, 15 september 2020.

(Hrm /By).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *