PALOPO, RRN – – Desas Desus, Kepengurusan DPC Partai Demokrat Kota Palopo, yang mana saat ini masih dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt) yakni, Ir. Fadriaty, As., MM., menjadi buah bibir di masyarakat.
Terkait hal itu, pengurus DPC Partai Demokrat Kota Palopo Ridwan Fattah, yang juga Wakil Ketua I, periode 2021-2023, saat ditemui oleh media ini, angkat bicara. Selasa 18 Agustus 2020(malam)
Ridwan Fattah, mengungkapkan memang benar Ketua DPC Partai Demokrat Kota Palopo dijabat oleh Ir. Fadriaty, As., MM., dalam hal ini sebagai PLT.
” Iya masih PLT. Tapi, tentunya yang sebagai Plt ini, punya kewajiban dalam hal ini, memperbaiki Struktur Partai. Kemudian, harmonisasi pengurus. ” Ujarnya
Yang terpenting sebagai Plt, secepatnya mungkin lakukan musyawarah. Dalam hal ini, dia harus memberikan Estafet Ketua Kepada Ketua Definitif
Lalu, ” Seingat saya, Kata Ridwan, “ bahwa Fadriaty, jadi Plt, yang saat itu Khairul Saad, tidak bisa menandatangani pengusulan Walikota yang diusulkan Partai Demokrat, dan Fadriaty, betul pengurus partai ditingkat Provinsi dan sebagai Anggota Dewan Provinsi Sulsel. ” Ungkapnya
Kalau persoalan wacana untuk Ketua Definitif bagaimana..?
” Soal wacana itu tidak ada, cuman yang diharapkan pengurus adalah Ketua Definitif. Bukan lagi PLT. Kalaupun ibu Fadriaty, menginginkan sebagai Ketua di Palopo yah, No Problem. Tinggal komunikasi ke PAC yang punya hak suara. ” Jelasnya
Sejak dijabat oleh PLT, Partai Demokrat di Kota Palopo bagaimana..?
Kalau saya melihat masih adem adem saja, cuman antar pengurus ini, kedengarannya kendengaran.? Tapi saya tidak mau terlalu mengurusi hal itu.
” Tentunya, saya sebagai Pengurus Partai dan Wakil Ketua juga, saya berharap setiap rapat sebagai Pengurus Harian harus diundang donk. Selama ini, rapat apapun saya tidak pernah diundang baik secara lisan maupun surat, selama PLT ini. Soal suka, atau tidak suka seseorang dalam pengurusan itu tidak boleh dimunafikan. Saya ini, adalah Ketua I (Satu). ” Tegas Ridwan
Tapi, persoalan Internal Partai, sekarang yang saya alami, saat ini, harapan saya adalah Ketua Plt ini, memperbaiki Internal Partai merangkul semua orang. Karena, Partai Demokrat milik siapapun, milik rakyat.
” Tentunya, kalau ingin Partai ini besar, merangkul siapapun, baik suka maupun tidak suka harus dirangkul. Karena, sekecil apapun saya ini, saya didalam rumah berdua. Tentunya suara itukan ada dua, kalau ingin suara terbanyak lagi tentunya saya punya keluarga. saya harus dihargai sebagai Pengurus Partai. Saya ini Wakil Ketua 1(Satu) bukan pengurus biasa. ” Paparnya
Soal batas waktu Plt, dalam Aturan Dasar Rumah Tangga apakah ada..?
” Di internal itu sebenarnya, setahu saya itu tidak ada sih. Setahu saya, pada saat Jefri sebagai Plt batas waktunya satu tahun. Tapi, SK yang dipegang oleh Fadriaty, saya tidak pernah baca. Tapi waktu Pak Jefri Ketua dan saya Sekretaris, yang saya baca hanya setahun. ” Bebernya
Kira kira tidak ada pelanggaran soal ADRT, dan bagaimana kelanjutan Partai Demokrat selama belum memiliki Ketua Definitif..?
” Kalau pelanggaran, di Partai Demokrat itu tidak. Tapi, persoalan Musyawarah Daerah di Palopo ini. Tentunya harus DPD 1 dan kemudian DPP yang harus menyurat, DPD 1 meminta pada DPP untuk, apakah sudah bisa dilakukan musyawarah khususnya Palopo ini. ” Imbaunya
Lanjut dia ” PLT nya yang terlalu lama. Jadi sudah cukup lama yah.? Yah cukup lama, ini menurut saya, ” Ucapnya, sudah berakar apa bagaimana..? Berakar pinang boleh dikatakan seperti itu. Tapi, saya harus mengatakan seperti ini, bahwa Plt ini juga, saya pikir adem adem aja, tidak adaji yang terlalu signifikan untuk diganti. ” Cetusnya
Sementara itu, tentunya kita sebagai pengurus menginginkan Ketua yang Definitif.
” Karena, ada hal hal tertentu Plt Ketua, tidak mampu melakukan koordinasi antar pengurus. Karena, beliau sibuk sebagai DPR Provinsi dan terlalu sibuk, dan saya juga melihat konstituen di Luwu, sepertinya di Palopo ini, diabaikan tidak terlalu aktif. ” Jelas Fattah
Ditambahkannya, kalau untuk teman teman pengurus sudah banyak yang datang kepada saya, bagaimana untuk Muscab.
” Dan Muscab jangan tanya ke saya, tanya ke Provinsi. Yang dalam hal ini, adalah Pengurus DPD. Kemudian, kalau memang mendesak untuk kebutuhan sebagai Ketua yah ke DPP. Tapi, perlu komunikasi dengan DPD. ” Imbuhnya
Siapapun Pemimpin Partai ini, jangan menganggap Partai Demokrat ini adalah miliknya, jangan katakan bahwa Partai Demokrat milik kelompok, itu yang saya tidak suka.
Dan saya pernah, karena ada beberapa kelompok menginginkan perubahan. Tapi, tidak juga. Makanya saya pernah mengundurkan diri sebagai Sekretaris dan Pengurus Partai dan ternyata itu ditolak. Alhamdulillah, saya masih dibutuhkan di Partai Demokrat. Tapi, saya heran juga Ko, saya orang yang dibutuhkan dimunafikan..? Mungkin karena saya sadari bahwa tidak se ide apa yang diusulkan oleh Partai, tentang calon Walikota dengan apa yang ada di hati saya.
” Secepatnya Muscab, untuk Ketua Definitif. Kalau memang dikatakan mendesak, saya juga katakan mendesak. Supaya, ada roh baru di Partai Demokrat ini, yang sudah lama hilang, dan sepertinya ada gontok gontokan di dalam Partai, tentang kemarin hak Pileg dan persoalan- persoalan internal lain, dan saya harap ada secepatnya Ketua baru. ” Pungkas Wakil Ketua I Partai Demokrat Palopo
Sementara itu, Ketua Plt Partai Demokrat Kota Palopo Ir. Fadriaty, AS., MM., yang juga sebagai anggota Dewan Provinsi Sulsel Dapil 11, saat dikonfirmasi melalui Via WhatsApp (malam) belum dapat terhubung, hingga berita ini dimuat belum ada informasi lebih lanjut.
Untuk Pengurus Partai Demokrat Kota Palopo diantaranya, Pak Isla, H. Hendrik, Andi. Kartini, Nurlia, dan Syahrudin, dan masih banyak lagi, sampai saat ini masih komunikasi.
(By)






