Bantuan Bedah Rumah Aspirasi Hamka B,Kady Diduga Di Mainkan Pihak Penyalur

oleh -56 views

JENEPONTO, RRN – Bantuan bedah rumah aspirasi Anggota DPR RI Hamka B. Kady di duga tidak sesuai kualitas dan harga satuannya, Rabu (06/07/22).

Hasil investigasi tokoh pemuda Jeneponto Edhy Subarga di kelurahan Tonro Kassi barat menemukan fakta mengejutkan.

Menurut Edhy bahan yang diterima warga penerima bantuan tidak sesuai spek dan harga, misalnya jenis kayu papan dimana diketahui harga kontrak senilai Rp. 105.000 namun bahan yang diterima berjenis kayu biasa dan campuran.

Salah satu penerima yang enggan disebut namanya mengatakan bahan yang diterima tidak sesuai keinginannya namun terpaksa menerima dikarenakan ini adalah bantuan,”

Kemudian ia juga mengatakan, Kayu papannya ini jenis biasa dan mudah lapuk, paling harga cuma 60 hingga 70 ribu namun di nota harganya Rp. 105.000,”ucapnya.

Edhy menduga ada yang coba mainkan harga material, jika dilihat di tabel harga DRPB harga cukup mahal namun kualitas barang di bawah standar,” tegas Edhy.

Diketahui penyedia barang/pengadaan bersumber dari toko bangunan Nurhaq berlokasi di kelurahan Bontotangnga.

Selisih harga cukup signifikan jika ditinjau dari jumlah material yang tersalur ke penerima sebanyak kurang lebih 200 unit.

Hasil investigasi tokoh pemuda Jeneponto Edhy Subarga di kelurahan Tonro Kassi barat menemukan fakta mengejutkan.

Menurut Edhy bahan yang diterima warga penerima bantuan tidak sesuai spek dan harga, misalnya jenis kayu papan dimana diketahui harga kontrak senilai Rp. 105.000 namun bahan yang diterima berjenis kayu biasa dan campuran.

Salah satu penerima yang enggan disebut namanya mengatakan bahan yang diterima tidak sesuai keinginannya namun terpaksa menerima dikarenakan ini adalah bantuan,” Kayu papannya ini jenis biasa dan mudah lapuk, paling harga cuma 60 hingga 70 ribu namun di nota harganya Rp. 105.000,”ucapnya.

Edhy menduga ada yang coba mainkan harga material, jika dilihat di tabel harga DRPB harga cukup mahal namun kualitas barang di bawah standar,” tegas Edhy.

Diketahui penyedia barang/pengadaan bersumber dari toko bangunan Nurhaq berlokasi di kelurahan Bontotangnga.

Selisih harga cukup signifikan jika ditinjau dari jumlah material yang tersalur ke penerima sebanyak kurang lebih 200 unit.

Hasil investigasi ini cukup jelas dan di dukung fakta dilapangan dimana bahan yang diterima warga jauh dari kata layak, ini potensi merugikan negara ratusan juta,”.

” Maka dari itu Kami akan permantap data untuk dilaporkan ke pihak penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan, Tutup Edy.

(Penulis Pupung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *