MOROWALI, RRN – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dagperin) Kabupaten Morowali, Amir Aminudin, menyebut sudah turun langsung ke lapangan terkait kelangkaan elpiji di Kabupaten Morowali terkhusus di kecamatan Bahodopi.
Ini disampaikan Amir Aminudin ketika dikonfirmasi langsung oleh media online radar reportase news, terkait kelangkaan Gas elpiji dan harga nya melambung sekitar 75 – 100 Ribuh di Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali,”Rabu (8/7/2026).
“Ia mengatakan bahwa sebenarnya kuota elpiji di Kabupaten Morowali sekitar 1500 dari pertamina, Nah klau khusus Masyarakat Asli/yang ber-KTP Morowali, ini kuota nya sudah cukup, tapi kenapa tidak cukup karna banyak nya masyarakat penduduk migrasi yang datang, terkhusus di bahodopi dan tanpa terdata dengan baik makanya tidak tercukupi, ujar Kadis Dagperin”.
Lanjutnya, ia juga mengatakan bahwa salah satu akibat kelangkaan Gas Elpiji karna penggunaan kurang tepat sasaran , contoh penjual gorengan dan warung makan yang penghasilannya sekitar 20-30 juta perbulan, ini tidak bisah di kategorikan masyarakat kurang mampu/miskim tapi mereka ada yang menggunakan Gas Elpiji Melon 3 Kg. jadi ini dari tingkat kesadaran kita,”ujarnya”.
Dan ketika di singgung oleh wartawan Radar reportase news terkait pemanggilan Kepala Desa untuk mendata kembali warganya, Kadis Dagperin mengatakan bahwa kita ini tiem terpadu di migas, dan koperindag itu perdagangannya. apalagi yang tangani langsung terkait urusan migas ada di Bagian Ekbang ,sehingga kemarin saya usulkan solusi pengelolaan tabung yang hijau melon perlu pendataan dari kepala desa termasuk pangkalan -pangkalan yang nakal, karna data ini penting,”tegasnya’.
Diakhir Wawancara, Kadis Dagperin, Amir Aminudin sangat berharap agar tim terpadu dapat menyelesaikan kelangkaan gas elpiji secara bersama-sama, agar kelangkaan Ini bisah teratasi.

(Bang Udin)






