Wakil Bupati Enrekang Optimis Sektor Pertanian Tetap Tumbuh, Bawang Merah Jadi Andalan Ekonomi Daerah

ENREKANG, RRN (8.10.2025) — Wakil Bupati Enrekang Andi Tenri Liwang menyatakan optimismenya bahwa sektor pertanian akan tetap menjadi tulang punggung perekonomian daerah, terutama setelah program jaminan gagal panen bagi petani padi mulai dijalankan tahun depan.

Menurutnya, Pemkab Enrekang juga akan memberikan sertifikasi tanah untuk petani bawang merah, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai jaminan permodalan di sektor perbankan.

Bacaan Lainnya

“Kita juga akan memberikan sertifikasi tanah untuk para petani bawang yang akan bermanfaat untuk jaminan permodalan ke sektor perbankan,” ujar Andi Tenri Liwang.

Pernyataan tersebut disampaikan usai menerima paparan dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Enrekang, Andi Makmur Jaya, di ruang rapat pimpinan Kantor Bupati Enrekang, Rabu (8/10/2025).

Dalam kesempatan itu, BPS Enrekang memaparkan data pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, serta sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung di Aula Rapim Pemda Enrekang.

Kepala BPS Enrekang Andi Makmur Jaya menjelaskan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Enrekang dari Kuartal I ke Kuartal II tahun 2025 tumbuh positif sebesar 5,54 persen.

“Selama tiga tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II tumbuh lebih cepat dibanding triwulan sebelumnya,” jelasnya.

Namun, jika dibandingkan secara year on year (Triwulan II 2025 dengan Triwulan II 2024), ekonomi Enrekang mengalami perlambatan sebesar 0,06 persen.
“Jadi laju pertumbuhannya secara year on year sebesar 0,06 persen dan quarter to quarter sebesar 5,54 persen,” tambahnya.

Sektor primer masih mendominasi perekonomian Enrekang dengan kontribusi 46,72 persen, meski mengalami kontraksi 2,42 persen akibat turunnya produksi tanaman pangan dan hortikultura.
“Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Enrekang triwulan II-2025 tumbuh positif sebesar 2,94 persen (c-to-c),” tutur Andi Makmur Jaya.

Dalam paparannya, ia juga menyebut bahwa laju pertumbuhan ekonomi Enrekang sangat dipengaruhi sektor pertanian, khususnya tanaman pangan dan hortikultura. Di subsektor hortikultura semusim, bawang merah menyumbang 60–80 persen dari total produksi.

(Kasdi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *