MAKASSAR, RRN – Ketua Badan Narkotika dan Maksiat (BNM) Drs.Syamsuddin,M.Si, bersama Sekertaris serta Penasehat dan Pengurus/Anggota BNM RI Sul-Sel mengadakan rapat pengurus, minggu (16/01/2021) Pukul 11.00 Wita di Jalan Toddopuli Makassar.

Lanjut, Ketua DPD BNM Syamuddin, menjelaskan dalam wawancara singkat bahwa BNM mengadakan acara sebenarnya penyempurnaan struktur dan sosialisasi anggaran dasar dan rumah tangga, BNM sudah berjalan tiga tahun, dan tujuan utamanya untuk membantu pemerintah dalam menanggulangi penyalahgunaan Narkotik.
Peran yang dilakukan BNM selama ini adalah sosialisasi tentang bahaya penggunaan Narkoba yang sudah masuk tahap darurat baik di sekolah maupun dimasyarakat, dan harus ditangani pemerintah atau swasta maupun LSM,namun BNM belum sampai ke pelaporan dan proses hukum,indikasi keberhasilan dapat dilihat dalam indikator menurunnya penyalah gunaan Narkotik dalam peringkat 7 menjadi 16 ,di sul-sel untuk tinkat Nasional.
Agenda program BNM di tahun 2022 menyasar ke panti Asuhan dan anak terlantar yang memungkinkan adanya eksploitasi untuk perantara dalam peredaran Narkoba kemudian lanjut syamsuddin mobilisasi terkait maksiat-maksiat,serta memberdayakan bidan struktur antara lain perlindungan anak .
Bantuan yang akan diberikan Pemerintah ke BNM secara materil belum ada,karena pemerintah berpendapat sebuah proses kerja harus memiliki waktu yang terukur baru kemudian diberikan hibah biaya operasional,namun kerjasama program sudah berjalan dengan BNN (Badan Narkotika Nasional) dalam undangan rapat dan berkordinasi terkait masalah narkotika.
Dalam akhir wawancara syamsuddin menghimbau bahwa tugas pemberantasan Narkotik dan Maksiat bukan hanya pemerintah dan swasta tetapi masyarakat dan orang tua anak yang memungkinkan berdampak penyalah gunaan narkoba.

(Andi Asbar/Aspadaniati)





