PANGKEP, RRN – Cuaca hujan di malam hari tak menyurutkan semangat para pekerja jalan di kompleks Stadion Andi Mappe, Kelurahan Padoang Doangan, Kabupaten Pangkep. Meski diguyur hujan deras sejak magrib hingga tengah malam, proses pengaspalan tetap dilanjutkan setelah hujan reda, Rabu malam (29/10/2025).
Antrean mobil dan alat berat tampak berjejer di sekitar kompleks stadion. Warga yang sudah lama menantikan perbaikan jalan menyambut baik pengerjaan tersebut, meski menaruh tanda tanya atas pelaksanaannya ditengah kondisi hujan yang baru saja reda.
“Kenapa baru sebentar hujan reda langsung dikerja? Hujan deras dari magrib sampai tengah malam. Bukankah sebaiknya menunggu hingga cuaca benar-benar cerah agar hasilnya lebih maksimal?” ujar Pindu, warga sekitar.
Berdasarkan papan proyek yang terpasang jauh dari lokasi pekerjaan, tercantum CV. Citra Lestari Mandiri sebagai kontraktor pelaksana dan CV. Agsha Karya Engineering sebagai konsultan pengawas.
Proyek pengaspalan hotmix ini memiliki volume pekerjaan sepanjang 764 meter dengan lebar 4,5–6 meter, menggunakan sumber dana APBD 2025 sebesar Rp793.429.000.
Secara teknis, pekerjaan pengaspalan hotmix tidak disarankan dilakukan setelah turun hujan. Berdasarkan Surat Edaran Dirjen Bina Marga Nomor 16.1/SE/Db/2020, pengaspalan hanya boleh dilakukan jika permukaan jalan dalam kondisi kering.
Pelaksanaan yang dipaksakan saat hujan berisiko menurunkan kualitas hasil pekerjaan.
“Sebagai warga, kami senang jalan diperbaiki, tapi kami berharap kualitasnya tetap jadi prioritas utama,” tambah Pindu.
Sementara itu, Kabid Bina Marga Kabupaten Pangkep belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi langsung di kantornya maupun melalui telepon, Kamis (30/10/2025).
Di lokasi, pihak konsultan pengawas, Suraji, membenarkan bahwa pengerjaan overlay dilakukan sesaat setelah hujan turun.
“Namanya manusia, kita tidak tahu kapan hujan turun. Sementara material aspal panas sudah siap di lokasi, kalau tidak segera dihampar bisa terbuang. Tapi kami siap bertanggung jawab apabila nanti ada kerusakan,” ujarnya.
Hujan mungkin turun tanpa bisa ditebak, namun harapan warga tetap sama, agar setiap tetes keringat para pekerja malam itu berbuah jalan yang kuat dan tahan lama.
Masyarakat berharap proyek serupa di waktu mendatang dapat lebih memperhatikan standar pelaksanaan dan kondisi cuaca, sehingga hasil pembangunan benar-benar maksimal dan memberi manfaat jangka panjang bagi warga sekitar.

(***)






