JAKARTA, RRN—Demo monolak Omnibus Undang Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) mahasiswa dan buruh hari ini sebagian besar terkonsentrasi di Jakarta Pusat, mulai dari Gambir hingga Tanah Abang Kamis 8 Oktober 2020.
Pasalnya hari ini target massa adalah istana negara yang berada di wilayah, gambir Jakarta Pusat.
Sejak pagi tadi massa yang terdiri dari mahasiswa dan buruh sudah yang melakukan longmarch dari jalan Jenderal Suprapto Cempaka Putih.
Berikut wilayah wilayah yang sudah dipadati massa pengunjuk rasa di Jakarta Pusat;
Wilayah Tanah Abang
Mulai pukul 08.00 WIB, aksi demo dilakukan Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK), KPBI, KASBI, KSN, SGBN, SINDIKASI, FPPI, PPI, FKI, Jarkom SP Perbankan, SPV, KPA, LMND-DN, FIJAR, AKMI, SEMPRO, Perempuan Mahardhika, PurpleCode Collective, LBH Jakarta, KPR, YLBHI, dan BEM Jentera).
Di depan gedung DPR-MPR RI, massa aksi buruh sebanyak kira kira 3 ribu orang menyampaikan keberatnnya soal Undang-Undang Cipta Kerja.
DPP Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) juga turun ke jalan menentang UU Cipta Kerja menuju komplek DPR-MPR RI dengan jumlah 100-an orang.
Massa bergerak dari Kantor Sekretariat KSBSI, di Jalan Tanah Tinggi II, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat.
Kemudian massa aksi dari DPP Gabungan Serikat Pekerja Infratruktur Independen Indonesia (GSPMII) juga sudah meluncur ke DPR RI.
Ada juga Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menuju gedung DPR-MPR RI.
Berdasarkan data dari pihak kepolisian diperkirakan ada 1.000 orang menolak UU Omnibus LAW dan Cipta Kerja dengan aksinya.
masih ada juga Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3), ASPSB, KABUT BERGERAK, ALTTAR, dan FBC juga akan menuju DPR RI, sekitar 300 orang.
Sekira 300 orang dari DPP Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) juga sudah menuju gedung DPR RI tersebut.
Sebanyak 100 mahasiswa dari BEM Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) ikut merangsek di depan kantor Kemendagri.
Tuntutannya sama, yakni membatalkan UU Ciptaker dan Pemerintah dan DPR RI untuk fokus dalam penanganan Covid-19 agar menunda Pilkada serentak.
dan yang jadi puncak kepadatan massa ada sekitar 200 mahasiswa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) UNJ, PNJ, STEI SEBI, IPB, Universitas Juanda Bogor, dan STT PLN berunjuk rasa di Taman Pandang, Depan Istana Negara.
Menurut informasi dari Kapolsek Metro Gambir di Jakarta Pusat, AKBP Kade Budiyarta, mengatakan pihaknya sudah siap mengantisipasi aksi yang tak diinginkan.
“Kami sebisa mungkin berupaya agar kondisi di Kecamatan Gambir ini tertib,” kata Budi, saat ditemui di Jakarta Pusat.
(RWN)







