Petinggi Tim Covid-19 Enrekang Susun Strategi Mencari Gedung Karantina

oleh -141 views

ENREKANG, RRN–Tim gugus tugas berdikusi isu hangat seputaran langkah dan strategi pasca terkonfirmasinya 2 warga ini positif Covid-19 diwilayah Enrekang.

Wabup Enrekang Asman, SE selaku ketua pelaksana harian,ketua DPRD Idris Sadik, Sekda Dr. H Baba,SE.MM (sekertaris),jubir Sutrisno,SE.SKM.MM, Dandim 1419 Letkol Inf.Utyu S.Komar, kapolres AKBP Endon Nurcahyo,SIk,Kadisos Zulkarnain K. MSi dan Direktur RSUM.

Dalam pertemuan isu hangat gagalnya pemanfaatan gedung SKB untuk gedung karantina bagi petugas medis setelah mendapat penolakan warga sekitar.

Dalam pertemuan juga dibahas isu strategis sebagai dampak sosial ekonomi masyarakat suplai pangan,bantua PKH dan rencana pemusalaran ketika jatuh korban Covid-19 semisal meninggal.

“beberapa planning tim gugus dibahas sekaitan sikon terkini menjalankan SOP pasca terkonfirmasinya warga positif Corona itu, kita ramu dan berdiskusi bersama kesiapan langkah kedepan,”kata ketua pelaksana harian TG-Covid 19 Asman, SE (11/4).

Kata Asman, dalam berdiskusi, berbincang hangat setiap perkembangan terkini Confid-19 di Enrekang dan regional tak lepas kesiapan bersama, karantina demi lebih dicegah atau kemungkinan tekanan sosial ekonomi dan pshycologis masyarakat dibahas.

“secara perkembangan kita bahas bersama supaya saling memberi masukan agar tugas tim terpadu ini bisa lebih meminimalisir adanya kendala dan mencari solusinya,”kata wabup Asman, SE.

Usai pertemuan Sekda Enrekang membawa awak media untuk meninjau kelayakan tempat pemusatan karantina sekira 18-20 petugas medis antaranya Rest villa Bambapuang dan gedung rujab bupati lama (Batili)

Dikatakan Sekda Dr. H Baba, Peninjauan awal terhadap bakal gedung karantina dari sarana, daya tampung, jarak lokasi, tidak dekat pemukiman dan kemudahan pemantauan turut dipertimbangkan.

“jika hasil uji wab atas pasien RSUM yang masih diuji sudah dipastikan positif Corona,””kata Dr.H.Baba,SE.MM.

Kata dia, Karantina sebagai solusi dan dibatasi akses bersosialisasi umum namun tetap dikondisikan agar petugas medis ini tetap menjalani tugasnya di RSUM ataupun puskesmas di kota Enrekang.

“jadi petugas yang telah kontak langsung spesimen covid itu diisolasi dua minggu di gedung khusus terpisah dari komunitas pemukiman atau keluarganya sementara waktu,”jelasnya.

Begitu pula rencana langkah sosial ekonomi saat ini berupa penyaluran program pusat dan provinsi dan pemda Enrekang pada masyarakat terlaksana lancar sesuai tata waktu telah ditentukan dan data by name by adress penerimanya.

Lanjut Dr. H Baba, juga selaras penyaluran adanya program PKH,bantuan sembako pemprov sulsel, sembako dari pemda serta bantuan non tunai lainnya sesuai data tetap terlaksana lancar dan tepat waktu.

“langkah dalam program bantuan sosial itu tak lepas dari dampak pembatasan aktifitas warga disaat Corona, sehingga guna meringankan beban ekonomi masyarakat kita,”pungkasnya.

(liq/Samsul/Ani Hasan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *