MAROS, RRN – Pengerjaan paving 33 meter & drainase 110 meter Anggaran Dana Desa (ADD) senilai Rp. ( 50.000.000 ) di Desa lekopancing Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros kemarin Roboh, Di sebabkan curah hujan yang sangat lebat, Sehingga mengakibatkan tanggul drainase Roboh, Sabtu (01/03/2023).

Saat di konfirmasi ke kepala Desa lekopancing kaluddin dg. Rafi menyampaikan bahwa ” Saya sudah liat di WA laporan ta dinda terkait tanggul drainase yang roboh, Penyebabnya itu roboh karena belum di cor landasannya, Tapi untuk lebih jelasnya nanti saya hubungi penanggung jawab (TPK) untuk menjelaskan terkait robohnya tanggul drainase tersebut”.
Kemudian Kepala Desa lekopancing menambahkan bahwa ada beberapa titik pengerjaan paving & drainase di BTN cendana akan kami kerjakan, Sehingga warga bisa merasa nyaman di depan Rumahnya sudah ada jalan paving & tidak lagi beralaskan tanah Merah, imbuhnya
Selanjutnya saat di temui Anwar penanggung jawab (TPK) hari senin,04/03/2023, Di lokasi pengerjaan paving & drainase menjelaskan bahwa ” Untuk penggunaan Dana Desa kami melihat yang urgen dulu & yang di prioritaskan untuk di kerja, Justru dusun lain cemburu ke paket ini, Untuk penggunaan Batu gunung pasti tidak sampai di ujung dan pasti akan menjadi cemoohan warga, Sekarang hitungan untuk Batu gunung 20 cm per 1 sisi kalau isinya 40 maka harus memiliki lahan -+1meter, Jadi saya pernah ukur tidak ada lahannya sampai 1 meter tapi kalau itu di paksakan resikonya harus bongkar lahan warga sedangkan anggaran cuma 50 juta,Tuturnya.
Kemudian penanggung jawab (TPK) menambahkan bahwa” Untuk masalah desainnya saya sudah kirimkan lewat via WA, Khusus untuk pengerjaan awal memang pakai kesting dan itu wajib pakai bata di sampingnya, Jadi saya sampaikan ke pa Desa kalau ada yang tidak terlalu mengerti dengan pekerjaan ini, Arahkan saja ke kami karena saya adalah Ketua pelaksana kegiatan ini, tutupnya.

(Adam)







Bukan rubuh karena cuaca tapi dikarenakan drainase tidak sesuai bahan yang digunakan.pernahkah kita melihat pembuatan drainase dari baru merah…sepemahaman kami dari F-KRB tentang drainase itu terbuat dari batu gunung atau baru kali, adapun masalah lahannya warga kan bisa pakai sistem beton yang sudah jadi dan langsung bisa di pasang…jangan cuma akal-akalan saja membuat berita yang tanpa konsultasi di bidang pembangunan
Coba kita undang dari Unhas bagian Arsitek atau Sipilnya, cocokkah cara pengerjaan drainase itu.kami dari F-KRB akan mengawal dan mengawasi kinerja aparat Desa dan kami akan luangkan waktu untuk investigasi kelapangan langsung serta kami akan mengusahakan mahasiswa sipil untuk turun mengecek langsung kebenaran tentang pengerjaan drainase tersebut
Kami dari F-KRB meminta siapa Arsitek dari Posyandu dan pekerjaan drainase tersebut…kami dari F-KRB ingin menindak lanjuti pengguna Dana Desa yang melakukan pekerjaannya dan pembengkakang anggaran Dana Desa…coba tanyakan apa fungsi dari drainase tersebut oleh TPK itu,mengertilah dia Anwar tentang pembuatan dan fungsi drainase