BANTAENG, RRN – Program pengabdian PKM Pusat bekerjasama LP2M UNM yang telah dilakukan oleh Tim Pengabdi yang ketuai Dr. Mohammad Wijaya. S.Si, M.Si dengan anggota Tim Dr.Jusniar S.Pd, M.Pd telah melaksanakan kegiatan berupa pelatihan dan pendampingan penggunaan bahan baku berupa tempurung kemiri untuk proses pengasapan di warung kampoeng Toa di Kabupaten Bantaeng.
Lanjut, Pelaksanaan PKM ini ini dilakukan di Ujung Pallantikang Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng Propinsi Sulawesi Selatan, Senin (16 Mei 2022).
Dan Warung kampoeng Toa telah berdiri sekitar 8 tahun yang lalu, yang mana warung tersebut sangat unit dengan nuansa lagu lagu yogya dan berada di sekitar hamparan sawah dan perbukitan di belakang warung tersebut, terasa seperti berada di warung yogya benaran.
Namun warung tersebut berada di Kota Bantaeng, dekat SMAN 1 Bantaeng. Ada satu hal yang unit dari warung tersebut, yaitu menggunakan bahan baku tempurung kemiri sebagai bahan untuk membakar ikan, daging ayam, daging bebek dan sejenisnya. Sehingga terasa harum dan segar.
Lanjut, Menurut salah satu staf warung yang bernama Taufik, bahwa dengan menggunakan tempurung kemiri, maka proses pembakaran untuk ikan membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit sedangkan daging ayam membutuhkan waktu sekitar 10 menit.
Menurut taufik, tempurung kemiri di ambil di Desa Marowa salah satu penghasil tempurung kemiri di Kabupaten Bantaeng, untuk harga satu karung sebesar Rp 30.000,- dan untuk memecahkan biji kemiri dibutuhkan alat pemecah dari bamboo atau rotan.
Dan sehingga kualitas kemiri yang dihasilkan tidak pecah. Sisa hasil pembakaran berupa arang tempurung kemiri di buang saja di samping warung tersebut dan biasanya ada orang yang ambil untuk dijadikan media tanam dan pupuk untuk tanaman bunga dan tanaman pertanian lainnya.
Kelompok usaha warung ini terus berkembang dan sangat diminati oleh orang baik yang tinggal di Kota Bantaeng maupun orang yang singgah menikmati hidangan menu yang tersedia.
Menurut Mohammad wijaya (Dosen Kimia MIPA UNM dan ketua KAGAMA Gowa), Selain memberikan pelatihan kepada kelompok usaha warung tersebut, juga memberikan pendampingan, agar proses pengasapan dari tempurung kemiri perlu di atur waktu pembakaran dan kalau bisa ada cerobong asap untuk menanmpung asap cair yang ada di warung tersebut, sehingga aman bagi lingkungan dan zero waste Berdasarkan hasil riset yang telah dilakukan bahwa untuk memperoleh asap cair tempurung kemiri mengandung senyawa fenol, karbonil dan asam asetat serta senyawa kimia lain yang sangat bermanfaat untuk dijadikan bahan pengawet alami dan anti septic.
Dan sisa arang yang menumpuk di samping warung bisa di jadikan briket arang lagi dan di manfaat kembali .
Pelaksanaan kegiatan PKM mendapat Supoort dan dukungan oleh Ketua LP2M Universitas negeri Makassar Bapak Prof. Dr.H. Bakhrani A.Rauf M,T.IPU pada kesempatan ini, ketua LP2M menyampaikan amanah dan pesan Rektor UNM Prof.Dr.Ir.H. Husain Syam. M.TP, IPU.ASEAN Eng, yang menekankan bahwa setiap dosen Universitas Negeri Makasasar selalu melakukan kegiatan pengabdian dengan mengedepankan sisi kreatifitas untuk menciptakan inovasi baru, dan Pelaksanaan kegiatan PkM ini Berkat kerjasama Pusat LP2M Universitas Negeri Makassar, mitra Warung Kampoeng Toa, penjaga warung serta pelanggan yang sempat mampir makan di warung tersebut turut hadir.
Dan semoga ke depan warung tersebut menampilkan nuansa alami dan masih menjaga ekosistem alam dengan menggunakan bahan baku local untuk keberlanjutan lingkangan agar tetap terjaga dan lestari.

(Hardin)






