Kemendagri Gelar Rakor, Program Pertashop Dengan Gubernur, Walikota, dan Bupati

oleh -438 views

KOTA PALOPO, RRN – – Kementerian Dalam Negeri menggelar Rapat koordinasi (Rakor) virtual Pusat dan Daerah dalam rangka percepatan pelaksanaan Program Pertashop kerjasama Pemerintah Dalam Negeri dengan PT. Pertamina tahun 2020 dengan Gubernur, Walikota dan Bupati seluruh Indonesia.

Untuk Pemerintah Kota Palopo, Walikota Palopo di Wakili oleh Ass III DR. dr. H. Ishak Iskandar, mengikuti Rakor tersebut di ruang rapat pimpinan lt. 3 secara virtual. Rabu, 9 September 2020

Komisaris Utama PT. Pertamina Persero di wakili oleh Chandra Kirana, mengatakan Pertashop (Pertamina Shop) ini memudahkan masyarakat yang ada di daerah untuk memenuhi keperluan SPUB yang jauh dari jangkauan.

Pemerintah (Kementerian Dalam Negeri) menginisiasi program pertashop bersama pertamina, karena pertamina merupakan energi nasional yang sahamnya dimiliki oleh Pemerintah 100 Persen. ” Ujarnya

Lanjutnya untuk itu pertamina persero akan membangun Otlet Pertashop yang bekerjasama dangan Gubernur, Bupati, Walikota dan Kepala Desa, Pertashop akan menjadi etentitas bisnis di tingkat Desa

Kami dari komisaris akan akan terus mengawal dan meminta Direktur utama PT. Pertamina persero supaya target tahun 2020 bisa tercapai, 4308 pertashop harus terbangun di seluruh Indonesia. Namun yang beroprasi, sekitar 500 outlet pertashop. ” Ungkapnya

Candra menambahkan, bahwa pertashop akan menjual BBM Non Subsidi seperti Gas dan Pelumas. Bukan hanya menjual BBM tetapi, juga akan menjual hasil dari Desa.

Pertashop ini, bisa juga bisa digunakan untuk menjual pupuk bersubsidi atau bantuan bantuan masyarakat yang ada di wilayah tersebut, itulah pentingnya strategis pertashop yang akan digelar di seluruh Desa yang ada di Indonesia. ” Imbuhnya

Untuk itu, Candra berharap, agar seluruh Gubernur, Walikota, Bupati dan Kepala Desa untuk mensuport dan membantu pertashop ini. Baik itu dari perizinan, persuratan dan lain lain, agar pertashop bisa segera di bangun di seluruh Indonesia.

Sehingga seluruh Desa, yang berjauhan dengan SPBU bisa terjangkau dengan adanya pertashop ini. ” Harap Candra Kirana

Direktur Utama PT. Pertamina Persero Nicke Widyawati, menyampaikan Program Pertashop ini, merupakan terjemahan dari tanggungjawab yang diamanahkan oleh Pertamina.

Nicke Widyawati, ada lima (5) tanggung jawab yang perlu dijalankan oleh Pertamina, kaitannya dengan penyaluran energi di seluruh Indonesia

Yang pertama Availability yaitu ketersediaan pertashop menjamin ketersediaan energi dalam energi khususnya di wilayah yang belum terjangkau.

Kedua Accesability yaitu pertashop merupakan upaya pemerintah untuk membangun Infrastruktur energi bagi daerah yang belum berkembang sehingga dapat mengurangi disparitas antara daerah.

Ketiga Acceptability yaitu Pertamax yang tersedia di pertashop merupakan upaya pertamina menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup dalam aspek acceptability dengan menyediakan bahan bakar ramah lingkungan

Keempat yaitu Affordability keberadaan pertashop meningkatkan akses energi bagi masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan dan memakmurkan rakyat adil dan makmur

Kelima Sustainability pertashop merupakan bentuk berkelanjutan, pengelolaan sumberdaya energi secara optimal dan terpadu

Kemudian, target untuk pertashop yaitu untuk Kecamatan/Desa yang belum ada SPBU dan untuk jarak 10 Km dari SPBU dengan potensi demand gasoline kurang lebih 400 L/hari 30.668 Desa, 3.295 Kecamatan.

Untuk target rencana pembangunan 2020 akan menambahkan sekitar 4.559 outlet pertashop yang akan beroprasi di Indonesia. ” Bebernya

Lanjutnya, untuk daerah yang ingin membangun pertashop ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi yakni Kriteria mitra shop, Kriteria lokasi pertashop dan kemudahan perizinan Pemda.

Ada tiga kategori yakni Gold, Platinum dan Diamond. Pertashop jenis Gold berkapasitas penyaluran 400 liter per hari dengan luasan lahan yang dibutuhkan sekitar 144 meter persegi. Lokasi dari desa ke SPBU, lebih dari 10 Km atau sesuai dengan hasil evaluasi. ” Ungkapnya

Adapun jenis Platinum, berkapasitas penyaluran 1.000 liter per hari, memiliki tangki penyimpanan 10 KL, luas lahan 200 meter persegi dan lokasinya di kecamatan yang belum terdapat SPBU.

Sementara jenis Platinum berkapasitas penyaluran 3.000 liter perhari, memiliki tangki timbun 10 KL, luas lahan 500 meter persegi dan berlokasi di kecamatan yang belum terdapat SPBU. ” Jelasnya

Kementerian Dalam Negeri Tito Karnavian, menyampaikan sebenarnya pertashop ini, sama halnya dengan SPBU. Tetapi, pertashop ini lebih kecil dari SPBU. Makanya, di namakan SPBU kecil yang ada di Desa.

Tujuan dari pertashop ini, untuk mendekatkan layanan yang mendasar bagi masyarakat yaitu, bahan bakar minyak (BBM). ” Kata Tito

Dengan mendekatkan layanan bagi masyarakat di samping membuat efesien, maka akan menjadi stimulus pembangunan di Desa.

Pertashop bagian dari penunjang Desa untuk itu Presiden membentuk kementerian Desa. ” Jelas Karnavian

Kemendagri, berharap agar seluruh Pimpinan Desa berkreatif,  jangan hanya mengandalkan pangkat saja, ” Tetapi, berkreasi untuk membangun Ekonomi Pedesaan. ” Pungkasnya

(Hms/Bang yoga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *