MAKASSAR, RRN (04 November 2025) – Warga Jalan Yos Sudarso 1, Kelurahan Paranglayang, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, kembali dirundung kekhawatiran saat musim hujan tiba. Penumpukan sampah di selokan dan bangunan permanen yang menutupi fasilitas umum (fasum) drainase menjadi penyebab utama banjir yang berulang setiap tahun. Keluhan ini khususnya terasa di lingkungan RW 003 dan RW 004, di mana air banjir bercampur sampah sering meluap ke rumah-rumah warga, termasuk kediaman Bapak Ashari, mantan Ketua RT 001 RW 004.
Menurut warga, pemandangan selokan tersumbat sampah berserakan sepanjang jalan sudah menjadi rutinitas menyedihkan setiap hujan deras. Hal ini menghambat aliran air menuju kanal induk Pasar Cidu, yang seharusnya menjadi saluran utama. “Kami stres, lelah, dan emosional menghadapi ketidaknyamanan ini di tengah kota metropolitan. Banjir masuk rumah, bikin sakit dan rusak barang,” keluh Ashari. Tokoh masyarakat ini telah berulang kali menegur belasan bangunan permanen di atas drainase, tapi upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Keluhan serupa juga disuarakan Ibu Ana, pemerhati perempuan setempat, yang mewakili aspirasi ibu-ibu rumah tangga. Ia pernah mencoba berkomunikasi langsung dengan petugas Dinas Tata Ruang Kota, tetapi responsnya nihil. “Emmak-emmak sebaiknya curhat langsung ke Pak Walikota agar ada tindakan tegas terhadap pelanggaran fasum drainase yang picu banjir musiman,” tegas Ana.
Meski demikian, warga Yos Sudarso 1 merasa janji Musrenbang tingkat kelurahan belum terealisasi. “Lurah dan Camat sebelumnya pernah tegas menegur bangunan ilegal, tapi setelah pergantian pejabat, keluhan kami dibiarkan,” tambah Ashari, yang menuntut razia fasum dan pembersihan rutin oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar.
Warga RW 003 dan RW 004 berharap intervensi cepat dari Wali Kota Makassar, termasuk penertiban bangunan ilegal dan kampanye kesadaran. “Kami siap jaga kebersihan selokan depan rumah, asal pemerintah tegas,” ujar Ashari. Dengan sinergi ini, keluhan banjir bisa diminimalisir, menuju Makassar bebas genangan.
(Oleh: Jurnalis Radar Reportase News, eMsalna74#)






