Kadis Kesehatan Sulsel: Penularan Covid-19 di Sulsel Menurun

MAKASSAR, RRN – – Pemerintah Sulawesi Selatan terus melakukan upaya-upaya guna meminimalisir orang yang terinveksi Covid-19 terbukti dengan menurunnya angka positif di Sulawesi Selatan.

Penurunan kasus tersebut didukung oleh adanya sejumlah program pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Misalnya saja, program isolasi atau karantina yang terpusat seperti penyediaan hotel untuk isolasi dalam program Wisata Duta Covid-19 yang sebelumnya ada 13 hotel yang disediakan sekarang tinggal 5 yang terpakai.

Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, dr. H. Muhammad Ichsan Mustari, MHM., mengatakan bahwa
inti dari penanganan Covid-19 adalah pemutusan mata rantai antara orang yang sehat dengan orang sakit dan ini menjadi prinsip dalam penanganan Covid-19 di Sulawesi Selatan.

” Pemutusan mata rantai antara orang yang sehat dengan orang yang sakit, ini
prinsip penanganan COVID-19 di Sulsel, ” Ujar Muhammad Ichsan. Minggu, 7 Maret 2021 (Malam)

Muhammad Ichsan Mustari, melanjutkan, jadi saya selalu sampaikan jangan banding-bandingkan kita dengan provinsi lain. Tapi kemungkinan angka Covid-19 kita tinggi, tapi terkendali.

” Tinggi tapi terkendali. Karena, kita berupaya mencari tahu orang yang positif dengan melakukan pemeriksaan yang banyak dengan  rata-rata 4000 sampai 6000 pemeriksaan setiap harinya, ” Jelasnya.

Diungkapkan Ichsan Mustari, semakin banyak yang diperiksa, maka semakin banyak yang didapat, yang didapat itulah yang diperiksa.

” Jadi setelah kita dapatkan yang positif apalagi tidak ditemukan gejala  itu dimasukkan ke hotel supaya putus mata rantainya dan penyebaran bisa dikendalikan, ” Ungkap Ichsan Mustari.

Lebih jauh dikatakan dr. H. Muhammad Ichsan Mustari, MHM., bahwa vaksin merupakan salah satu cara untuk mencegah Covid-19. Tapi yang terpenting adalah protokol kesehatan semuanya harus jalan, hindari kerumunan, selalu menggunakan masker dan mencuci tangan.

” Protokol kesehatan harus jalan. Angka Positif Covid-19 per 7 Maret 2021 sebanyak 195 orang, sembuh 92% dibandingkan dengan skala nasional hanya 86% sedangkan presentase kematian 1,5% dibandingkan dengan skala nasional 2,7%, ” Pungkas Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, dr. H. Muhammad Ichsan Mustari, MHM.

Rafiuddin/By

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *