KONSEL, RRN—Kab.Konawe Selatan (Konsel) adalah merupakan kabupaten terluas (5.779,47 km²) diantara 14 kabupaten/kota yang berada di Prov. Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan 25 kecamatan, 336 desa dan 15 kelurahan yang dihuni kurang lebih 306.000 jiwa dan 203.294 di antaranya adalah wajib pilih.
Namun setelah 17 tahun berdiri menjadi Daerah Otonomi Baru (Mekar dari Kab. Konawe Tahun 2003-red) PemKab. Konsel belum juga mampu memberikan kesejahteraan bagi warganya meski memiliki potensi sumber daya alam yang lengkap dan melimpah.
Hal ini tidak terlepas dari bagaimana peran maksimal dari seluruh steckholder yang ada dalam mengelola kekayaan alam yang melimpah itu yang pada dasarnya sangat menjanjikan kemakmuran bagi masyarakatnya.
Sebagai gambaran, Konsel memiliki kandungan biji Nikel Ore dengan deposit yang cukup tinggi yang tersebar di beberapa kecamatan diantaranya, di Kec. Palangga, Kec. Palangga Selatan, Kec. Andoolo dan Kec. Laonti.
Belum lagi potensi batu gamping yang juga memiliki kualitas tinggi dengan perkiraan deposit yang cukup besar yang berada di Kec. Moramo, Kec. Moramo Utara dan Kec. Palangga.
Namun faktanya, saat ini pengelolaannya belum maksimal. Salah satu indikatornya adalah bahwa diperkirakan sekitar 4000-an warga Konsel bermigrasi ke Kab. Morowali, Prov. Sulawesi Tengah hanya untuk bekerja di beberapa perusahaan tambang yang ada di sana dengan menjadi buruh tambang, sopir mobil dan operator alat berat bahkan sekuriti.
Untuk diketahui, Kabupaten Konsel justru mengalami defisit APBD Tahun 2019 dan 2020 ini, bahkan menyandang status sebagai kabupaten dengan defisit anggaran tertinggi di Sulawesi Tenggara yaitu sekitar 368 Miliar Rupiah, sebuah ironi memang. Memiliki wilayah paling luas, mempunyai kandungan perut bumi dengan deposit yang lumayan besar, potensi laut yang luas, dan areal lahan pertanian yang tak kalah luasnya dengan kabupaten lain, tapi kabupaten ini justru mengalami defisit.
Hal inilah yang kemudian memunculkan empati dan keperdulian dari seorang tokoh sekaligus pengusaha muda sukses yang kreatif, inovatif dan visioner untuk mengembangkan potensi sumber daya alam Konsel dalam upayanya mensejahterakan warga Konsel dan sekaligus akan memulangkan mereka yang bermigrasi untuk kembali mengais rejeki di kampung halamannya sendiri. Tokoh ini tidak lain adalah Rusmin Abdul Gani (RAG) yang merupakan asli kelahiran Konsel (Tinanggea) 40 tahun lalu.
Bepasangan dengan seorang tokoh muda lainnya, menyandang jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD Kab. Konsel (Periode 2019-2024) yang juga asli kelahiran Konsel (Andoolo), yaitu Senawan Silondae (49), pasangan ini yakin dapat mambawa perbaikan di segala sektor di Kab. Konsel karena meyakini dapat meraih suara terbanyak pada perhelatan kontestasi Pilkada Serentak 9 Desember 2020 mendatang.
Saat blusukan di rumah Udin warga Kompleks BTN Maleo, Kel. Ranomeeto, Kec. Ranomeeto, Kab. Konsel, Rusmin Abd Gani mengatakan bahwa maju menjadi calon bupati merupakan tanggung jawab moral baginya sebagai seorang putra asli Konsel.
“Menyaksikan keadaan Konsel saat ini, mewajibkan saya untuk maju bertarung demi kesejahteraan kita semua. Tugas saya sebagai calon bupati sudah saya tunaikan. Tinggal tugas bapak dan ibu sekalian untuk bersatu memenangkan kami, pasangan No. Urut 1, RAG-SS pada Rabu, 9 Desember 2020 nanti,” himbau RAG di hadapan sejumlah warga kompleks yang hadir di kediaman Udin, Rabu (19/11)
Melalui Ketua Tim Pemenangan RAG-SS, Jussachri, S.Sos, Rusmin berjanji tidak akan menerima honor dan tunjangannya apabila terpilih nanti sebagai bupati. Seluruhnya akan dia serahkan untuk kegiatan keagamaan.
“Kalau terpilih, Pak RAG ini tidak akan pernah mengambil honor dan tunjangannya. Seluruhnya akan diserahkan kepada tokoh-tokoh agama dan juga untuk mebiayai kegiatan-kegiatan keagamaan,” ujar Jussachri.
“RAG-SS ini juga akan membantu permodalan dan pelatihan kepada 30.011 UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) yang tersebar di 25 kecamatan,” jelasnya.
Koordinator Tim Kampanye RAG-SS, PUNARDIN, S.Ag memaparkan secara rinci bahwa ada 12 program unggulan yang menjadi visi dan misi dari paslon ini apa bila terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Konsel untuk Periode 2021-2025.
“Ada 12 program ungulan dari Paslon RAG-SS ini, 3 diantaranya merupakan program inti yang nantinya langsung menyentuh kebutuhan masyarakat banyak yaitu:
1. Membuka lapangan kerja untuk 30.000 karyawan dengan menjadikan Kab. Konsel sebagai Daerah Kawasan Industri.
2. Bantuan 2 ekor sapi untuk 40 kepala keluarga di setiap desa.
3. Peningkatan Produktifitas Pertanian dalam bentuk ektensifikasi dan intisifikasi berupa bantuan bibit, pupuk dan alat mesin pertanian (Alsintan),” ungkap Punardin.
“Kami akan mendirikan smelter di Kec. Palangga dengan kapasitas yang kurang lebih sama dengan smelter yang berada di Morowali dengan menggandeng investor yang saat ini sedang menanamkan investasinya di Kab. Morowali, Sulawesi Tengah,” demikian janji RAG-SS melalui Koordinator Tim Kampanyenya, Punardin.
(ARIFIN, SE)






