Firli Cs Terpilih, KPK Pasang Banner Hitam Di Situs Resmi KPK

JAKARTA, RRN—Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan terus bekerja demi upaya pemberantasan korupsi dalam kondisi apapun. Hal ini merespons dipilihnya lima Capim KPK oleh Komisi III tadi malam, termasuk Firli Bahuri yang selama ini gencar mereka tolak.

Pernyataan akan terus bekerja itu disampaikan pada situs resmi mereka, Jumat (13/9). Dalam situs itu KPK memasang banner hitam bertuliskan ‘Kami tetap Bekerja, Kami tetap Berjuang, #savekpk’.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Yuyuk Andriati menjelaskan banner hitam itu merefleksikan sikap pegawai KPK terhadap dinamika yang terjadi beberapa waktu terakhir ini.

“[Banner hitam] itu menunjukkan sikap KPK yang akan terus bekerja dalam kondisi apapun. Kami semua akan tetap bekerja untuk pemberantasan korupsi,” kata Yuyuk kepada awak media.

Yuyuk mengatakan pihaknya yakin para pegawai dan KPK secara institusi tentunya masih akan terus berjuang menuju Indonesia yang bebas korupsi.

“Kami tidak akan pernah bergeser dari tujuan berdirinya KPK untuk mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi,” ucapnya.

Firli Cs Terpilih, KPK Pasangan Banner Hitam di Situs ResmiSitus resmi KPK memasang banner hitam dengan tulisan ‘Kami Tetap bekerja. Kami Tetap Berjuang. #saveKPK. (Screenshot Via Web KPK).

Yuyuk juga menjelaskan perihal situasi terkini internal KPK. Yuyuk mengaku saat ini semua pihak sedang berusaha memperkuat koordinasi agar kerja pemberantasan korupsi bisa jalan terus.

“Di internal kita konsolidasi dan saling memperkuat demi kerja-kerja pemberantasan korupsi yang harus terus berlangsung. Intinya enggak ada yang terhenti semua kerja-kerja kita,” ungkap Yuyuk.

Selain itu Yuyuk juga mengaku semua suara dan pendapat terkait capim dan revisi UU KPK telah disampaikan. Hal ini menunjukkan perjuangan setiap pihak yang bekerja di KPK.

Sebelumnya, Komisi III DPR RI telah memilih lima dari 10 nama untuk menjadi Pimpinan KPK Jilid V. Kelimanya, yakni Firli Bahuri, Alexander Marwata, Nawawi Pamolango, Nurul Ghufron, dan Lili Pintauli Siregar.

Satu nama yang paling disorot adalah Firli. Kapolda Sumatera Selatan berpangkat Inspektur Jenderal itu sebelumnya dinyatakan KPK terbukti melakukan pelanggaran etik saat masih menjadi Deputi Penindakan KPK pada 2018 lalu.

Terpilihnya Firli cs ini pun langsung mendapat respons dari petinggi di KPK. Mulai dari Penasihat KPK Mohammad Tsani Annafari dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang yang berencana mundur.

“Iya [mundur] itu kan saya sudah ucapkan, semuanya sudah tahu,” kata Tsani saat dihubungi awak media, Jumat (13/9).

“Yang pasti saya tidak mau menjadi kaki tangan atau melayani orang-orang yang saya tidak bisa yakin integritasnya dan juga saya tidak yakin agenda-agenda pemberantasan korupsinya,” tambah dia.

Sementara informasi mundurnya Saut disampaikan melalui surat elektronik yang dikirimkan ke seluruh pegawai KPK.

“Saudara-saudara yang terkasih dalam nama Tuhan yang mengasihi kita semua, izinkan saya bersama ini menyampaikan beberapa hal sehubungan dengan pengunduran diri saya sebagai Pimpinan KPK-terhitung mulai Senin 16 September 2019,” kata Saut.

(RWN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *