Dukung Penanganan Darurat Banjir Tolitoli, PT.Brantas Abipraya Kerahkan Alat Berat Untuk Normalisasi Sungai Lembeh

TOLI-TOLI, RRN – Terkait penanganan bencana banjir yang melanda Kabupaten Tolitoli pada Rabu (23/2/2022), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Tolitoli Fajar Syuko Suhada menjelaskan bahwa saat ini yang paling penting adalah langkah penanganan darurat, salah satu titik yang harus segera ditangani oleh tim Tanggap Darurat adalah di Aliran Sungai Lembeh.

” Sungai lembeh yang ada di Lembah saat ini sudah penuh dengan sedimentasi, sehingga harus segera ditangani melalui langkah tanggap darurat, kami sangat terbantu dengan adanya alat berat yang dikerahkan oleh PT. Brantas, bantuan alat beratnya berupa Ekscavator itu sangat bermanfaat dalam langkah Penanganan Bencana ini” ujar Fajar.

Dijelaskannya bahwa memang dalam kondisi bencana seperti ini, siapapun dapat ikut serta baik itu pemerintah atau swasta, dan terkait bantuan PT Brantas, itu murni dari mereka, keberadaan alat berat mereka sangat diperlukan untuk normalisasi sungai lembeh yang penuh sedimentasi.

Hendro Dwiantoro selaku Project Manager Proyek D I Salugan PT BRANTAS ABIPRAYA (Persero), ketika dikonfirmasi terkait peran serta Perusahaan dalam penanganan bencana banjir yang melanda Kabupaten Tolitoli menjelaskan bahwa sebagai perusahaan BUMN yg berkiprah di dibawah naungan Paket Pekerjaan BWS Sulawesi III dan berlokasi di Daerah Irigasi Salugan Kab. Tolitoli, PT. Brantas Abipraya (Persero) itu sangat memahami tentu saja akan selalu bersinergi dan turut ambil bagian dalam penanganan bencana seperti ini;

“Niat kami adalah untuk membantu kesulitan warga yg terdampak banjir dengan berkoordinasi dengan PU dan pemerintah setempat. Sebagai penanganan cepat untuk mengurangi dampak banjir kami mendatangkan 1 unit excavator PC200 untuk menormalisasi alur sungai Lembeh yg berada di kecamatan Baolan. Jika ada kebutuhan Mobil Dumptruck kami juga siap untuk mendatangkan ke lokasi untuk membantu percepatan buangan tanah hasil normalisasi” ujarnya.

Ditambahkannya bahwa operasional alat berat excavator SANY SY215C yang tiba di lokasi pukul 21:00 wib pada hari pertama pasca bencana, adalah murni bantuan dari perusahaan.

Menanggapi pertanyaan terkait persoalan teknis, Site Operation Manager PT Brantas Abipraya, Leonardo Tri Putra S, menjelaskan tentang keadaan sungai lembeh dan perlunya segera dilakukan normalisasi,

“Sungai Lembeh selalu meluap ke jalan dan pemukiman warga hingga masuk ke Area Rumah Sakit Mokopido. Hasil dari peninjauan lapangan, kelihatannya ini diakibatkan karena sempitnya badan sungai dan adanya pendangkalan akibat kiriman material debris dari hulu sungai.

Kami harapkan dengan langkah penanganan cepat menggunakan alat excavator untuk menormalisasi kembali aliran sungai lembeh ini, air tidak lagi meluap ke jalan dan pemukiman warga ” ungkapnya.

Terkait Bencana Banjir di Tolitoli, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng Andi Sembiring menyatakan bahwa banjir yang terjadi pada Rabu, (22/3/2022) dinihari sekitar pukul 03.00 WITA, itu disebabkan oleh tingginya curah hujan dan akibat ketidakmampuan sungai menampung debit air yang mengakibatkan air meluap dan menyebabkan banjir.

Salah satu dampak terparah yang diakibatkan oleh bencana banjir Tolitoli adalah terputusnya jalan trans yang menghubungkan Kabupaten Tolitoli dengan Kabupaten Buol dan berpotensi mengganggu distribusi bahan pangan dan BBM.

(Wawan).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *