Dosen Kimia UNM Berikan Pelatihan Pembuatan Garam Dengan Teknologi Ulir Dan Filter

oleh -67 views

PANGKEP, RRN—Program pengabdian PKM Pusat LP2M UNM yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdi yang di ketuai Suriati Eka Putri, S.Si, M.Si dan Dr. Mohammad Wijaya. S.Si, M.Si, telah melaksanakan kegiatan berupa pelatihan dan pembuatan Garam dengan Teknologi Ulir Filter (TUF) Pelaksanaan PKM, dan pelaksanaannya di Desa Bontomanai Kecamatan Labbakang Kabupaten Pangkep Propinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (3 Juli 2021)

Dan Pelaksanaan PKM ini di hadiri oleh Ketua Kelompok Petambak Garam Bpk Humo, yang berasal dari Campaggaya Kec. Labbakang, serta Di hadiri oleh warga desa, petambak Garam dan Pemuda Karang taruna Koperasi serta Ibu Rumah Tangga.

Lanjut, Menurut Bapak Humo bahwa ada beberapa tambak garam yang dimiliki oleh warga, selain untuk mengelola garam dan sebagian lagi digunakan untuk tambak ikan bandeng, Tergantung situasi dan kondisi di lapangan. Pada saat musim hujan, pengolahan garam kurang bagus dan mengandung banyak air, ucapnya”.

Dimana Kondisi Desa Bontomanai berada setelah melewati kota pangkajene, dan masuk di Kecamatan Labbakang, yang merupakan banyak tambak ikan bandeng dan tambak garam, serta beberapa pohon mangga yang mengelilingi desa tersebut.

Lanjut, Pada saat masih berada di tengah pandemic covid 19, tim pengabdi harus berkewajiban tetap melaksanakan kegiatan pengabdian PKM dengan syarat protokol kesehatan dengan memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

Dan Saat awal memulai pelatihan, tim pengabdi UNM melakukan pembagian masker kepada masyarakat, Tim pengabdi melakukan pelatihan dan pembuatan garam berkualitas dengan teknologi Ulir dan Filter. dengan mempraktekan cara mengolah garam dengan membuat demplot yang desain berbentuk ulir.

Setiap air laut yang masuk dilakukan proses ulir agar kualitas garam yang dihasilkan bagus, Dan pada saat akhir di beri filter berupa arang kayu jati. Fungsi arang sebagai pengabsorbsi dan penyerap logam berat dan kotoran yang melewati cairan air laut.

Dan Menurut hasil riset yang telah dilakukan, garam yang dihasilkan harus mempunyai standar SNI yaitu garam yang bersih dengan Kristal yang berlapis ( keras dan besar) dengan komposisi NaCl mencapai 90-94%, sehingga mempunyai produk dengan nilai ekonomi yang tinggi.

Lanjut, Menurut Moh wijaya (Alumni S3 PSL IPB Bogor). bahwa arang kayu jati dapat dijadikan sebagai bahan penyerap untuk kotoran yang berasal dari cemaran air laut di lepas pantai. Sisa cairan garam dapat digunakan untuk dapat juga dipakai tanaman perdu sebagai unsur hara Natrium dan Calsium yang sangat di butuhkan oleh tanaman.

Dan Hasil pelatihan ini mendapat apresiasi dari para petambak garam, dan pemuda masyarakat, Semoga kegiatan pelatihan berikutnya dengan memberikan alat pengolahan garam atau pemisahan garam yang besar menjadi garam yang halus dengan penambahan iodine, sehingga menjadi garam industri yang di pakai oleh pabrik.

Hasil pelatihan ini dapat dipetik untuk petambak garam berupa produk kemasan garam yang di desain sesuai nama kelompok (mitra) dan jaringan pemasaran di beberapa pasar di Kabupaten Pangkep dan Wilayah lain. Dan Perlu Ruang penyimpang garam, Karena selama ini garam yang telah di ambil di tambak, Di simpan dalam kolom rumah masyarakat.

Lanjut, Pelaksanaan kegiatan PKM mendapat dukungan oleh Ketua LP2M Universitas negeri Makasasar Bapak Prof. Dr.H. Bakhrani A.Rauf M,T. pada kesempatan ini ketua LP2M menyampaikan amanah dan pesan Rektor UNM Prof.Dr.Ir.H. Husain Syam. M.TP, IPU.ASEAN Eng, yang menekankan bahwa setiap dosen UNM selalu melakukan kegiatan pengabdian dengan mengedepankan sisi inovasi dan kreatifitas untuk menciptakan terobosan baru serta meningkatkan kesejekteraan petambak garam dalam setiap pelaksanaan pengabdian ini.

Dan Pelaksanaan kegiatan PkM ini Berkat kerjasama LP2M UNM lewat PNBP Pusat dengan Pemerintah desa selaku Kepala Desa Bonto mania Kec. Labbakang, Kab. Pangkep dan Ketua Kelompok Koperasi Bandeng Sejaktera “MANAKKU” Bapak Humo, juga berharap dapat meningkatkan peran serta masyarakat dalam meningkatkan kesejakteraan petambak Garam dan lingkungan Desa tersebut agar lebih makmur dan sejaktera.

(Nissa/Hardin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *