Ditengah Pandemi Covid-19 Masyarakat Balean Giat Berkebun Tanam Nilam “Pemda Jangan Tutup Mata”

oleh -132 views

BANGGAI, RRN—Desa Balean adalah salah satu desa di wilayah kecamatan Lobu yang lumayan jauh dari ibu kota kecamatan, disana masyarakatnya hidup rukun dan damai namun ada satu hal yang sangat mengganjal dibenak mereka karna sejak Indonesia di merdekakan sampai hari ini akses jalan masih seperti tempo “Doloe” di kandung maksud belum mendapatkan sentuhan dari P e m e r i n t a h .

Masyarakat: entah apa dan bagaimana sehingga kampung kami desa Balean ini sepertinya pemerintah daerah lupa dan tidak memperhatikan bagaimana kondisi desa yang belum memiliki akses jalan, betapa sengsaranya kami yang hendak mencari keperluan hidup demi keluarga banyak mengalami kendala karna masih menyeberangi sungai yang cukup deras.

Masyarakat: tolong dan lihatlah desa Balean sebagaimana desa yang lainya juga kalau Bupati Banggai Ir. Hi. Herwin Yatim MM masih menganggap desa Balean bagian dari kabupaten Banggai maka itu kami masyarakat desa Balean meminta agar akses jalan dari Balean ke ibu kecamatan Lobu di sentuh melalui anggaran daerah agar masyarakat desa Balean sempurna menikmati namanya kemerdeka’an.

Dari semua keluhan yang di terangkan oleh masyarakat Balean kepada media ini di benarkan oleh kepala desa di sa’at bincang-bincang di rumahnya, katanya sungguh benar sebab dibuktikan dengan fakta dan kenyata’an bahwa desa Balean memang sejak lama sangat merindukan akses jalan seperti yang di sampaikan oleh masyarakat, saya tidak perlu lagi banyak berkomentar sebab saya sudah lakukan upaya dengan melalui tulisan proposal bahkan ke propinsi (Gubernur) sudah saya lakukan namun juga belum ada realisasinya tutur kades Balean.

Kades: mana lagi munculnya covid-19 ini masyarakat tertekan dan panik karna di anjurkan kurangi berkumpul, jaga jarak, selalu pakai masker apa bila keluar dari rumah maka untuk menghilangkan rasa panik dan takut masyarakat ditengah pandemi covid-19 Kepala desa Balean “AsbianNur Lesar” dengan semangatnya ia mendorong masyarakatnya untuk giat berkebun menanam Nilam tandasnya.

Menurut kades, bila mana masyarakat hanya berdiam di rumah mengikuti anjuran pemerintah untuk melawan virus (covid-19) tanpa ada kesibukan untuk menguatkan pertumbuhan ekonomi maka selama wabah virus corona belum berakhir tentunya masyarakat semakin hidup di dalam penderita’an tandasnya, syukur Alhamdulillah masyarakat desa Balean hari ini rata-rata sudah berhasil menjadi petani Nilam terang kades Balean AsbianNur Lesar.

Ia mengatakan masyarakatnya rata-rata menanam Nilam sampai dua puluh lima ribu pohon per (KK) sehingga saya patut mersa bangga karna desa Balean adalah penghasil Nilam terbaik di tengah wabah pandemi covid-19, dan untuk hasil Nilam di desa Balean di perkirakan sampai di akhir desember akan mengeluarkan 300 kg minyak Nilam terang Yushon aparat pemerintah (Kaur Kesra) desa Balean oleh sebab itu melalui “media online Radar Revortase News” kami selaku perwakilan dari masyarakat desa Balean mengharapkan kepada pemerintah daerah untuk mengadakan alat tengki penyulingan minyak Nilam yang juga proposalnya sudah masuk namun juga belum di perhatikan, tutup Yushon.

(ns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *